Musyawarah Nasional (Munas) Partai Amanat Nasional (PAN) ke 3 diselenggarakan di Batam, Kamis-Sabtu (7-9/1) besok. Munas akan memilih pengganti Ketua Umum PAN, Sutrisno Bachir ini memunculkan dua nama calon, yakni Hatta Radjasa dan Drajat W Wibowo.
Musyawarah Nasional (Munas) Partai Amanat Nasional (PAN) ke 3 diselenggarakan di Batam, Kamis-Sabtu (7-9/1) besok. Munas akan memilih pengganti Ketua Umum PAN, Sutrisno Bachir ini memunculkan dua nama calon, yakni Hatta Radjasa dan Drajat W Wibowo.
Sebelum berangkat ke ajang Munas, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN telah memutuskan untuk mendukung salah satu calon yakni Hatta Radjasa. Kepastian tersebut diungkap Ketua DPW PAN Kalbar, H. Sukiman.
“Insyaallah kita mendukung Pak Hatta Radjasa sebagai ketua umum menggantikan pak Sutrisno Bachir,” kata Sukiman dihubungi Rabu kemarin.
Keputusan memilih Hatta tersebut berdasdarkan hasil rapat pleno DPW PAN Kalbar. Dalam keputusan tersebut delegasi Kalbar akan membawa nama Hatta pada Munas yang dimulai besok.
Wakil Ketua Bidang Infrastruktur dan LH, Dedy Arfian menambahkan, bahwa Hatta dianggap sebagai figure yang mampu membawa PAN sebagai partai terdepan.
“Kedua kader memang kader terbaik PAN. Kalau Hatta terpilih karena diyakini bisa membawa PAN sebagai partai terdepan dalam menjalankan agenda reformasi,” imbuh anggota DPRD Kalbar ini.
Hatta menurutnya mampu membawa PAN kedepan lebih baik karena pengalaman organisasinya selama ini. Hatta pernah menjabat sebagai ketua Fraksi dan Menteri. Bahkan saat ini masuk dalam jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II sebagai Menko Perekonomian.
“Dengan pengalaman ini kita yakin beliau mampu membesarkan PAN,” ujarnya.
Persoalan Hatta saat ini masih menjabat menteri sehingga tidak akan fokus mengurus partai menurutnya tidak menjadi persoalan. Sebab, Hatta telah berkomitmen akan dapat membagi waktu antara tugas pemerintahan dan partai. Apalagi SBY juga tidak mempermasalahkan menterinya menjabat sebagai ketua partai.
Dedy yang ikut dalam rombongan delegasi PAN Kalbar ini mengatakan Kalbar secara keseluruhan mempunyai 31 suara. Dirincikannya tiga dari DPW, yakni Ketua (Sukiman), Sekretaris (Edi Faisal) dan Bendahara (Budi Irawan Munir), serta 14 kabupaten/kota masing-masing terdiri dari ketua dan sekretaris.
Selain 31 peserta utusan, Dedy mengungkapkan rombongan juga terdiri dari anggota DPRD yang berasal dari seluruh kabupaten/kota. Jumlahnya bisa mencapai ratusan. Sedangkan mereka yang akan berkumpul di Batam nanti yang memiliki hak suara dari seluruh Indonesia lebih dari 1.200 orang.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
