Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Susno Duadji mengaku tidak gentar terhadap langkah Mabes Polri yang akan memeriksa dirinya.
Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Susno Duadji mengaku tidak gentar terhadap langkah Mabes Polri yang akan memeriksa dirinya.Susno bahkan menyatakan siap menerima hukuman, termasuk pemecatan sekalipun. “Kalau memang saya dihukum dan hukumannya berupa pemecatan, saya akan terima,” kata Susno di kediamannya di Puri Cinere, Depok, Jawa Barat,kemarin.
Mabes Polri pada Jumat (8/1) membentuk tim untuk memeriksa Susno terkait kehadirannya sebagai saksi dalam sidang perkara pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (7/1).
Tim pemeriksa dipimpin Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Irjen Pol Nanan Soekarna,Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Pol Oegroseno, dan Kepala Divisi Hukum (Divkum) Mabes Polri Irjen Pol Budi Gunawan.
Susno mengungkapkan, keluarganya tidak mempermasalahkan bila kesaksiannya di sidang Antasari Azhar berujung pemecatan.
“Anak-anak maunya saya enggak usah jadi polisi lagi, bisa kumpul di rumah makan sate,bakso atau nongkrong-nongkrong,” ungkapnya.
Meskipun tidak lagi menduduki jabatan strategis di kepolisian, Susno mengaku bahagia karena memiliki banyak waktu bersama keluarga.
“Intensitas ketemu cucu lebih banyak,”ujarnya. Sementara itu, Mabes Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap masalah ini mulai Senin (11/1) hari ini.
“Senin pemeriksaan saksi-saksi dahulu,“ ujar Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Oegroseno kepada Seputar Indonesia di Jakarta kemarin.
Setelah meminta keterangan saksi-saksi, kata dia, pihaknya akan meminta keterangan Susno. Pemeriksaan difokuskan tentang kesaksian Susno dalam persidangan Antasari misalnya tentang kehadirannya menggunakan seragam dinas.
“Apakah ada dan bagaimana soal (pelanggaran) etikanya, kita lihat nanti dalam sidang,” ujarnya.(Okezone)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
