You are here

Kaget Ditelepon Gus Dur

Banyak kenangan bersama KH Abdurachman Wahid (Gus Dur) masih tersimpan di memori Syarif Abdullah. Salah satunya Ia terkejut dan terkaget-kaget ditelepon langsung mantan Presiden Republik Indonesia keempat tersebut.

Banyak kenangan bersama KH Abdurachman Wahid (Gus Dur) masih tersimpan di memori Syarif Abdullah. Salah satunya Ia terkejut dan terkaget-kaget ditelepon langsung mantan Presiden Republik Indonesia keempat tersebut.

Ketua Tanfidz DPW PKB (versi Gus Dur) Kalimantan Barat ini mengaku dirinya sangat kehilangan. Di kala Gusdur meninggal 30 Desember 2009 kemarin, Abdullah masih berada di Manila, Filipina.

“Saya sejak dulu mengenal Gus Dur baik dari buku-buku yang ditulis beliau juga pemberitaan di media cetak maupun elektronik apalagi Gus Dur pernah menjadi Ketua Umum PBNU. Saya semakin dekat ketika bergabung di PKB tahun 2008 sampai sekarang,” urai Abdullah mengenang.

Bagi Abdullah, Gus Dur memiliki kepribadian yang komplit. Selain seorang ulama, juga  cendikiawan, politisi dan budayawan yang memiliki lompatan-lompatan pemikiran jauh ke depan yang terkadang sulit dicerna dan diterima.

“Semasa hidupnya, Gus Dur banyak mengilhami bangsa ini melalui gerakan-gerakan yang plural dan terkadang-kadang terkesan mengada-ngada bahkan ada yang menilai ‘ini apaan’. Almarhum memiliki pemikiran sudah jauh ke depan. Terkadang memang pemikiran tersebut sulit diterima namun setelah dipikirkan sekian lama, ternyata pemikiran tersebut benar,” urai Abdullah.

Gus Dur merupakan sosok yang asyik diajak bicara karena dipenuhi joke-joke segar. “Terkadang bila kita ingin sebentar bisa satu jam. Gus Dur dalam memberlakukan seseorang sama saja tidak memilih dari kalangan apa sehingga beliau memiliki kedekatan dengan siapa saja. Kita bila ingin bertemu juga sangat mudah sehingga di kala beliau jadi Presiden, kyai yang pakai kain sarung dan dari kampong bisa diterima di istana. Gus Dur merupakan istana Presiden yang ‘seram’ menjadi lebih dekat dengan rakyat,” papar Abdullah.

Lantas apa yang paling terkesan? Abdullah mengaku ketika dirinya ditelepon Gus Dur. “Saat itu Gus Dur bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rosihan. Melalui telepon Wagub disampaikan Gus Dur mau ngomong. Saya terkejut sekali Gus Dur menelpon, saat itu ketika pencalonan Bupati. Gus Dur menyampaikan banyak yang ingin menghambat pencalonan tersebut, tetapi beliau menyatakan memberikan dukungan dan ia setuju saya mencalonkan diri,” papar Abdullah.

Abdullah sendiri pernah menghadap Gus Dur seusai salat subuh. “Saya terperangah melihat Gus Dur baring di atas tikar biasa seperti rakyat biasa tidak seperti mantan Presiden atau pemimpin besar. Ini yang saya kagumi dan benar-benar saya terperangah,” aku Abdullah sambil menyeka air matanya.

Selain itu juga, kata Abdullah ketika dirinya sebagai Ketua Tanfidz PKB Kalbar, pernah hendak dipecat Gus Dur akibat bisik-bisikan. “Gus Dur sosok yang cepat memahami, ketika ada berita yang tidak enak, Gus Dur langsung menanggapi termasuk mengenai saya. Lantas saya ketemu Gus Dur dan menjelaskan persoalannya, beliau pun memutuskan tidak menjadi persoalan dan masalah menjadi tuntas,” urainya.

Gus Dur sendiri telah datang ke Kalbar sekitar 5-6 kali dan bagi Abdullah merupakan sosok memiliki daya ingat yang kuat. “Waktu di Manado, saya sampaikan telah mengundang dirinya untuk datang ke Kalbar sebanyak dua kali tetapi tidak bisa hadir karena kesibukan. Kala itu Gus Dur berjanji akan datang dan benar saja ketika kampanye tahun 2004 lalu, Gus Dur langsung telpon menyatakan akan datang ke Singkawang dan berkampanye di sana.

Gus Dur ingat akan janjinya dan akan segera memenuhi bila memiliki keluangan waktu. Beliau begitu dekat dengan rakyat sehingga ketika meninggal dunia secara spontan rakyat berbondong-bondong hendak langsung ke pemakaman beliau dan mengelar tahlilan serta mendoakan,” pungkas Abdullah.