Sesuai jadwal yang ditetapkan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Senin ini diagendakan rapat gabungan antara Badan Anggaran (Banang) Legislatif dan Banang Eksekutif mebahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sesuai jadwal yang ditetapkan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Senin ini diagendakan rapat gabungan antara Badan Anggaran (Banang) Legislatif dan Banang Eksekutif mebahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rapat gabungan ini sempat beberapa kali mengalami pengunduran waktu. Terkahir seharusnya diagendakan Senin (18/1) lalu. Karena, Banang Legislatf perlu melakukan rapat internal terkait pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) per Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membahas RAPBD maka diundur hingga Senin ini.
Salah satu anggota Banang DPRD, Dedy Arfian membenarkan akan dilaksanakannya rapat gabungan hari ini.
“Kalau tidak ada perubahan sesuai jadwal diagendakan rapat gabungan dengan badan anggaran eksekutif,” kata Dedy dihubungi, Minggu tadi malam.
Rapat gabungan ini dilaksanakan setelah dilaksanakannya rapat internal Banang DPRD selama kurang lebih satu minggu. Dalam rapat tersebut Banang legislatif menyisir RKA SKPD. Dedy, Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan penyisiran RKA dilakukan DPRD menujukkan bahwa anggota DPRD tidak main-main dalam pembahasan APBD kali ini.
“Kita serius bahas anggaran ini. Bahkan sampai tengah malam kita sisir satu persatu RKA yang diajukan. Agar berpihak pada belanja-belanja publik, karena ini uang masyarakat. Jangan dianggap ini hanya shock terapi saja, kita bekerja benar-benar. Tidak boleh main-main dalam persoalan ini,” tegas Dedy.
Dijelaskannya penyisiran anggaran dilakukan melalui soft copy RKA masing-masing SKPD. Satu persatu mata anggaran diteliti dan dilihat relevansi anggarannya.
“Kalau dianggap tidak realistis akan kita pertanyakan dalam rapat anggaran dengan eksekutif nanti. Bukan langsung kita kurangi atau kita potong, tetap akan kita pertanyakan dulu, relevansi anggarannya dan sasaran yang ingin dicapai apakah berkaitan dengan kepentingan masyarakat atau tidak,” papar Dedy.
Ditambahkan Dedy kedepan dalam pembahasan APBD selanjutnya pihaknya meminta soft copy RKA menggunakan program aslinya, excel. Sehingga dengan mudah dikoreksi aritmetikanya.
Sedangkan untuk hasil rapat Banang diungkap Dedy setidaknya ada delapan hal yang akan dipertanyakan kepada eksekutif hari ini. Namun dia enggan menyampaikan satu persatu bahasan tersebut.
"Kita tunggu saja besok (hari ini, red)," singkat dia.
Berdasarkan agenda Banmus, setelah dilakukan pembahasan gabungan, tahapan selanjutnya yakni penyampaian hasil pembahasan RAPBD oleh Banang DPRD. Agenda ini akan dijadwalkan pekan depan. Tanggapan akhir fraksi dan penetapan RAPBD menjadi APBD dijadwalkan, Kamis (4/2) pekan depan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
