You are here

Forum Rektor Mendesain Jati Diri Bangsa

Citra Universitas Tanjungpura (Untan) di mata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal melejit jika Untan sebagai tuan rumah Konvensi Kampus VI dan Temu Tahunan XII Forum Rektor Indonesia (FRI) ini sukses mendesain membangun jati diri dan martabat bangsa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Citra Universitas Tanjungpura (Untan) di mata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal melejit jika Untan sebagai tuan rumah Konvensi Kampus VI dan Temu Tahunan XII Forum Rektor Indonesia (FRI) ini sukses mendesain membangun jati diri dan martabat bangsa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Selain dipercaya memimpin Forum Rektor Indonesia, Untan juga dipercaya sebagai tuan rumah Konvensi Kampus VI dan Temu Tahunan XII Forum Rektor Indonesia (FRI) yang akan diadakan tanggal 8-9 Januari 2010.

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Chairil Effendy, Rabu (7/1) mengatakan dalam Konvensi Kampus VI dibicarakan kondisi bangsa saat ini yang sebagian besar terperangkap pada pola pikir, sikap dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa dan cenderung menodai martabat bangsa.

“Tema yang kita usung dalam pertemuan FRI ini “Meneguhkan Peran Perguruan Tinggi dalam pembangunan jati diri dan martabat bangsa,” katanya.

Tema ini, lanjut Chairil diusung oleh Untan langsung karena hasil rebuk para akademisi Untan karena melihat realita yang terjadi saat ini di mana masyarakat sudah semakin meninggalkan identitas jati diri bangsa. Ia mencontohkan perilaku masyarakat yang pamer kekayaan, pola hidup konsumtif, birokrasi korup, demokrasi prosedural dengan kualitas minimal dan maraknya tindak kriminalitas.

”Penyebab semua ini karena terjadi degradasi pada jati diri bangsa,” ungkapnya.

Tema tersebut juga didasari pada tugas dasar perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam pembangunan yaitu menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik maupun profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan serta mengupayakan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Dalam konteks ini tema tersebut digagas sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberi kontribusi terhadap pembangunan bangsa dengan cara terlibat aktif dalam menjaga jati diri bangsa dan mengangkat martabat bangsa berdasarkan prinsip-prinsip keunggulan, kepeloporan, kejuangan serta pengabdian.

Chairil menjelaskan agenda dalam Konvensi Kampus VI terdiri dari presentasi dan pembahasan hasil kerja kelompok kerja dan diskusi persoalan bangsa.  

Chairil memastikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA akan hadir dalam Konvensi Kampus VI ini untuk memberikan keynote speech dengan tema Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Jati Diri dan Martabat Bangsa.

Usai mendengarkan keynote speech, acara dilanjutkan dengan presentase dan pembahasaan hasil kerja kelompok kerja. Ada delapan kelompok kerja yang akan dipersentasekan dalam pertemuan tersebut, yaitu Model Demokrasi yang Berbasis Budaya Indonesia, Model Good Governance untuk Indonesia, Model-model Implementasi Ekonomi Kerakyatan, Problematika Pengangguran Terdidik dan Penyusunan Perencanaan Tenaga Kerja Nasional, Organisasi Anggaran Pendidikan Nasional, R&D Untuk Mendukung Ketahanan Bangsa dan Revitalisasi Kebijakan Energi Nasional dan Revitalisasi Kebijakan Pangan Nasional.

Presentasi kelompok kerja ini akan didiskusi dalam empat topik yaitu Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Jati Diri dan Martabat Bangsa oleh Prof Dr. Ir Muhammad Nuh (Mendiknas RI), Keniscayaan Reformasi Hukum: Upaya Menjaga Jati Diri dan Martabat Bangsa oleh Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, SH, SU (Ketua MK RI), Korupsi: Penghancuran Jati Diri dan Martabat Bangsa oleh Dr. Haryono Umar (Wakil Ketua KPK RI) dan topik terakhir yaitu Pemberantasan Mafia Hukum: Upaya Menjaga Jati Diri dan Martabat Bangsa oleh Denny Indrayana (Staf Khusus Presiden RI Bidang Hukum).

Sabtu (9/1) dilangsungkan acara Temu Tahunan XII. Dalam pertemuan ini disampaikan pertanggungjawaban Pengurus FRI Periode 2008-2009 oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, Serah Terima Jabatan Ketua FRI Periode 2008-2009 oleh Prof Dr. Edy Suandi Hamid kepada Ketua FRI yang baru, Prof Dr. Chairil Effendy, M.S dan pemilihan serta pengesahan Ketua FRI Periode 2011-2012.

“Terakhir akan ada pembacaan Deklarasi oleh Ketua FRI,” katanya.

Chairil mengungkapkan hasil-hasil pembicaraan dalam pertemuan FRI ini akan disampaikan ke Presiden SBY.

Dikatakannya Presiden SBY berjanji akan menggelar pertemuan dengan FRI bersama para menteri untuk membahas persoalan-persoalan kekinian yang dihadapi bangsa terutama persoalan degradasi jati diri bangsa.

Selain menyampaikan hasil-hasil pertemuan FRI, usai Konvensi Kampus VI akan diadakan pertemuan para rektor untuk membahas Desain Peradaban Bangsa Indonesia ke depannya.

“Rumusan yang akan dimasukan dalam desain peradaban bangsa Indonesia masa depan ini diantaranya apakah bangsa Indonesia masih harus mempertahankan sistem presidensial dengan jumlah partai yang banyak dan apakah demokrasi yang dijalankan bangsa Indonesia saat sudah cocok dengan jati diri bangsa,” ujarnya.