You are here

Cari Aktor Intelektualnya

Menghindari peristiwa serupa terulang kembali di kemudian hari, Polisi diminta mengungkap dan menangkap pelaku maupun aktor intelektual penyerangan kampus Fisipol tersebut.

Menghindari peristiwa serupa terulang kembali di kemudian hari, Polisi diminta mengungkap dan menangkap pelaku maupun aktor intelektual penyerangan kampus Fisipol tersebut.

Sebab menurut para saksi mata, sebagian besar oknum mahasiswa Teknik yang melakukan penyerangan Fisipol itu adalah mahasiswa baru. Mereka sepertinya sengaja diorganisir untuk menyerang.

Hal itu diungkapkan salah seorang alumni Fisipol, Vian, Minggu (14/3).

Ia menilai penyerangan oleh oknum mahasiswa Teknik ke kampus Fisipol dilakukan terorganisir dan direncanakan. Itu bisa dilihat dari model penyerangan dari enam penjuru yang membuat kampus betul-betul terkepung oleh aksi brutal itu.

“Pembakaran sekretariat bengkel seni Fisipol juga pasti direncanakan,” katanya.

Ia mendesak aparat Kepolisian dapat menangkap aktor intelektual penyerangan tersebut. Karena beredar kabar, aktor intelektualnya adalah pejabat Untan itu sendiri.

“Saya yakin, Polisi dapat mengungkap siapa aktor intelektualnya,” katanya seraya mengingatkan jangan-jangan aksi itu sengaja untuk mengdeskreditkan Rektor.

Sementara itu, Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Sunaryo mengatakan pihaknya masih terus berupaya mengungkap siapa aktor intelektual yang mengorganisir mahasiswa baru Teknik untuk melakukan penyerangan.

Sampai saat ini, aparat Kepolisian masih mencari bukti-bukti untuk mengungkap pelaku baik yang melakukan pembakaran maupun yang melakukan pemukulan terhadap wartawan.

“Kita sudah memintai keterangan tujuh mahasiswa dan beberapa wartawan untuk mencari bukti-bukti. Polisi akan terus memburu pelaku pembakaran dan pemukulan terhadap wartawan,” kata Sunaryo.

Polisi juga sudah melakukan olah TKP pada Sabtu (13/3) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.


Pendarahan

Wartawan Harian Metro Pontianak, Arif Nugroho yang mengalami cidera di bagian kepala akibat pemukulan mahasiswa Teknik telah keluar dari RSU Antonius pada, Minggu (14/3) sekitar pukul 12.00.

Ia yang terbaring di RSU Antonius sejak Jumat lalu mengalami luka di bagian pelipis kanan.

Arif mengatakan hasil rontgen rumah sakit terhadap dirinya menunjukkan tidak terjadi retak di bagian kepalanya. Hasil rontgen tersebut hanya menunjukkan terjadi pendarahan di bagian dalam kulit pada pelipis kiri sehingga mengakibatkan memar.

“Saya sampai saat ini masih merasakan pusing-pusing,” katanya.

Ia mengatakan dirinya akan melaporkan kasus pemukulan oleh mahasiswa Teknik hari ini ke Polda Kalbar.

“Saya akan tunggu perkembangan kondisi kesehatan saya dulu baru saya akan melaporkan kasus ini ke Polda Kalbar,” ungkapnya.

Sementara itu, kontributor Metro TV, Faisal sudah melaporkan kasus pemukulan dan penyekapan dirinya pada Sabtu (13/3) ke Polda Kalbar.

“Kita akan menunggu kerja Kepolisian untuk menangkap pelaku pemukulan dan penyekapan terhadap saya,” katanya.