You are here

Bupati Melawi Wafat

Bupati Kabupaten Melawi, Ambrosius Suman Kurik, wafat. Orang nomor satu di kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Sintang itu dinyatakan meninggal karena serangan jantung, tepat pukul 10.50 WIB, Selasa (12/1) di kediamannya.

Bupati Kabupaten Melawi, Ambrosius Suman Kurik, wafat. Orang nomor satu di kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Sintang itu dinyatakan meninggal karena serangan jantung, tepat pukul 10.50 WIB, Selasa (12/1) di kediamannya.

Wafatnya beliau secara mendadak tersebut menyebabkan ribuan orang berdatangan ke rumah jabatan di Jalan Provinsi No. 3 Nanga Pinoh. Diantaranya, Wakil Bupati Firman Muntaco, para anggota DPRD Melawi, fungsionaris partai, Kapolres, kepala dinas, badan, kantor, camat, tokoh agama dan masyarakat serta staf pegawai di lingkungan Pemkab Melawi.

Sebelum meninggal, almarhum sempat mendapat pertolongan medis oleh tim dokter yang dipimpin dr Yakop Tankin bersama tiga dokter lainnya, yaitu, dr Santoso, dr Ahmad Jawahir dan dr Sien yang langsung di kediaman almarhum.

“Meninggalnya bapak disebabkan serangan jantung (cardiac arrest). Kita sudah berusaha memberikan pertolongan dengan berbagai upaya, diantaranya RJP (Resusitasi Jantung Paru), memberikan oksigen serta adrenalin melalui injeksi,” kata Yakop Tankin ditemui di rumah duka.

Upaya pertolongan tersebut ternyata tetap tidak berhasil membuat kondisi almarhum membaik, hingga beliau dinyatakan meninggal pada pukul 10.50.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Ivo Titus Mulyono mengatakan pada pagi hari sebelumnya, almarhum telah merasakan kurang sehat sehingga tidak masuk kantor untuk beraktivitas seperti biasa.

“Bapak kemungkinan kecapean setelah sebelumnya pulang dari Sintang menghadiri pembukaan Diklatpim IV dan kemudian menghadiri Natal bersama di Pinoh,” ucap Ivo, sapaan akrabnya.

Menurutnya tidak ada pesan khusus yang disampaikan almarhum sebelum meninggal karena memang tidak ada firasat apapun sebelumnya. “Yang pasti sepeninggal beliau, kita kehilangan tokoh yang mengayomi serta menjadi panutan masyarakat di Melawi ini,” tuturnya.

Dikatakan Ivo, ketika wafat, beliau tidak didampingi anak-anaknya, karena empat anak almarhum hingga kemarin berada di luar daerah untuk menyelesaikan pendidikan di Pulau Jawa.

“Saat ini anak-anak bapak sedang dalam perjalanan ke Pinoh,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari Humas Pemkab Melawi, sesuai dengan kesepakatan keluarga, almarhum akan dikebumikan di pemakaman Kristen Katolik Teluk Menyurai, Sintang pada Kamis, 14 Januari besok.

Sebelumnya, akan diselenggarakan Misa Arwah pada pukul 07.30 pagi di kediaman almarhun dan disemayamkan terlebih dahulu di Gereja Katolik Nanga Pinoh sebelum diberangkatkan ke peristirahatan terakhir di Sintang.

Suman Kurik sendiri meninggal di usia 60 tahun dengan meninggalkan empat anak, Anastasia, Hiyasintus, Oktavianus dan Bartholomeus Brama hasil perkawinannya dengan Yustina Indah. Hingga berita ini diturunkan, masih banyak orang yang datang ke rumah duka untuk melayat dan mendoakan kepergian almarhum. Selamat jalan Pak Suman Kurik, menuju kedamaian abadi.