Saat api melahap bangunan bekas pasar pemda dan enam belas rumah di Dusun Selamat Dua, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kalbar, Jumat malam, Jumat (3/9) pukul 22.00, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan langsung ke lokasi musibah.
Muda menemui langsung warga yang terkena musibah tersebut dan memberikan motivasi kepada para korban untuk bersabar menghadapi cobaan ini. “Ini musibah yang tidak satupun yang menghendaki. Kita minta masyarakat yang menjadi korban agar bersabar menghadapi cobaan ini. Pemda KKR segera memberikan bantuan sementara,” ucap Muda.
Muda memberikan perhatian terhadap musibah ini. Ia menugaskan langsung sejumlah staf untuk mendata. Sabtu, Pemkab KKR telah menyerahkan bantuan sementara. “Saya harap bantuan ini bisa meringankan beban korban untuk sementara waktu,” ucapnya.
Muda berharap Pertamina yang diberikan kewenangan untuk penanganan gas elpiji ini juga memberikan perhatian kepada para korban. “Gas elpiji ini merupakan program pemerintah yang dijalankan Pertamina. Kita harap Pertamina juga dapat turut dan segera memperhatikan para korban,” kata Muda.
Sementara itu, Anggota DPRD Kubu Raya, Eka Wanoto dengan tegas meminta Pertamina bertanggungjawab atas musibah kebakaran ini, mengingat Pertamina memiliki keterkaitan langsung dengan program pemerintah terhadap konversi minyak tanah ke gas elpiji.
“Dugaan sementara kebakaran dipicu gas elpiji dan kita minta Pertamina bertanggungjawab memberikan ganti rugi kepada para korban setidaknya meringankan beban yang diderita,” ucap Eka.
Ke depan, agar kasus-kasus ledakan gas elpiji ini tidak terulang kembali, Eka meminta Pemkab KKR untuk mendesak Pertamina menarik tabung-tabung gas elpiji 3 kg serta kelengkapannya dengan yang berstandar.
“Masyarakat saya rasa selama ini sudah berhati-hati. Kita minta tabung-tabung serta perlengkapannya ditarik diganti dengan yang sudah berstandar. Ini demi keamanan dan keselamatan masyarakat,” harap Eka.
Sebelumnya kebakaran yang diduga dipicu ledakan gas elpiji telah membuat sekitar
14 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Api diketahui berasal dari rumah Tajudin alias Aryo (32) yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
