Pasca aksi saling serang antara oknum mahasiswa Fakultas Teknik dan Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (12/3) akhir pekan kemarin, secara umum kondisi keamanan universitas negeri terbesar di Kalbar itu mulai kondusif.
Sejak Sabtu (13/3), usai melakukan sweeping senjata tajam di Fakultas Teknik, aparat kepolisian dari Brimob dan Samapta masih terus berjaga-jaga di sekitar kampus Teknik dan Fisipol.
Bahkan mulai dari pukul 18.00, aparat kepolisian menutup pintu gerbang Untan dan melarang orang-orang yang tidak berkepentingan masuk ke Untan. Semua jalan masuk ke Untan baik dari gerbang Untan di Jalan A Yani maupun jalan masuk dari Gang Sepakat II ditutup. Terlihat puluhan perisai milik Brimob dijajarkan untuk menutup jalan di samping Fisipol dan Fakulas Pertanian yang menuju Gang Sepakat II.
Aparat juga memeriksa orang-orang dan kendaraan yang masuk ke dalam wilayah kampus.
Semakin malam, aparat kepolisian semakin menambah kekuatannya untuk mengamankan Untan. Sebuah water canon milik Brimob juga terpakir di simpang jalan antara kampus Pertanian dan Teknik.
Sementara itu, suasana baik di kampus Fisipol maupun Teknik tampak lengang. Tidak ada konsentrasi massa di dalam kedua kampus itu.
“Sekitar 2/3 kekuatan gabungan Polda Kalbar dan Poltabes Pontianak kita kerahkan,” kata Humas Polda Kalbar, Suhadi SW, Minggu (14/3).
Suhadi mengungkapkan aparat kepolisian berupaya mengkondusifkan keamanan kampus.
“Kita tidak ingin ada bentrokan lagi. Karena itu, aparat melarang massa berkumpul di kampus,” jelasnya.
Siaga 1 yang diberlakukan di kampus Untan membuahkan hasil. Tidak terjadi bentrok sepanjang malam minggu. Suasana kampus benar-benar kondusif hingga minggu sore.
Kerugian
Sementara itu, akibat bentrok antara mahasiswa Fisipol dan Teknik, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
Demikian disampaikan Pembantu Dekan (Pudek) III Fisipol, Sukamto, Sabtu (13/3).
Ia mengatakan kerugian materil yaitu terbakarnya sekretariat bengkel seni Fisipol, pecahnya seluruh kaca bangunan kampus dan beberapa motor yang rusak.
Salah seorang anggota bengkel seni Fisipol yang tidak bersedia namanya disebutkan mengatakan akibat terbakarnya sekretariat mereka, seluruh barang-barang organisasi mahasiswa Fisipol yang tersimpan di sekretariat tersebut terbakar.
“Tidak ada barang yang dapat diselamatkan,” katanya.
Ia juga mengaku uang miliknya senilai Rp250.000 dan uang temannya Ardiyansyah senilai Rp1.000.000 yang disimpan dalam laci di sekretariat tersebut juga tidak dapat diselamatkan.
“Alat-alat band milik kita juga habis menjadi abu,” ungkapnya.
Pembantu Rektor III Untan, Edy Suratman mengatakan upaya mediasi antara Fisipol dan Teknik akan segera dilakukan.
“Kita akan menunggu waktu yang tepat agar mediasi berjalan lancar,” ujarnya.
Edy juga mengungkapkan pihaknya sedang mengumpulkan fakta-fakta agar kasus ini dapat terungkap akar persoalannya.
“Kita sedang terus menyusuri penyebab terjadinya bentrok ini agar kasus dapat terselesaikan dengan baik dan yang melakukan tindak pidana dapat diproses hukum,” tegasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
