You are here

Biaya Kargo Mahal. Bantuan Gempa Sumbar Terancam Tak Dikirim

Borneo Tribune, Pontianak

Bantuan untuk korban gempa di Padang Sumatera Barat (Sumbar) dari Dompet Ummat terancam tidak bisa disalurkan karena mahalnya biaya kargo dari maskapai penerbangan.

Ditemui di Pontianak, Selasa (6/10), Direktur Dompet Ummat Kalimantan Barat, Viryan Azis, mengatakan mahalnya kargo membuat bantuan yang dapat dikirimkan hanya senter sebanyak 100 buah lengkap dengan baterai untuk penerangan, dan obat-obatan.

"Padahal bantuan terpal sangat dibutuhkan korban gempa. Tapi biayanya (kargo) mahal," keluhViryan sebelum bertemu Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, kediaman pribadinya.

Yang masih menjadi permasalahan juga adalah transportasi ke daerah bencana yang belum tersentuh, karena jalan menuju ke wilayah tersebut masih terputus.

Menurut Viryan, yang paling dibutuhkan korban adalah genset dan senter untuk penerangan. “Relawan yang kita kirim juga membawa uang cash untuk membeli bantuan untuk disalurkan kembali," jelasnya.

Dompet Ummat Kalbar telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 15 juta untuk korban di dua titik bencana, yaitu Desa Kajai, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 200 kepala keluarga.

Di Desa Kajai, bantuan yang telah diberikan diantaranya beras, telur, kornet, mie instan, air mineral, biskuit dan susu.

Di Desa Pulo Air Basong,  bantuan yang diberikan berupa pembalut untuk wanita, susu dan makanan bayi.

Christiandy Sanjaya, memberikan apresiasi positif terhadap usaha dari Dompet Ummat untuk korban bencana gempa di Padang.

"Ini bagian dari kepedulian kita," terang Wagub yang juga turut menyumbang di Dompet Ummat.

Menurutnya, saat ini daerah yang terkena gempa membutuhkan bantuan tenaga untuk menyalurkan bantuan yang diberikan dari daerah lain. Untuk bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalbar, terlebih dahulu harus dilakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar.