You are here

Angkasa Pura II Pontianak Bangun "Runway" Paralel

Pontianak - General Manager PT Angkasa Pura II Pontianak, Prijono Wojo, mengatakan mulai tahun 2013, pihaknya akan membangun landasan pacu (runway) paralel atau fasilitas di bandar udara (Bandara) Supadio Pontianak.

"Landasan pacu yang ada sekarang merupakan bangunan tahun 1950 lalu, sehingga sudah selayaknya dikembangkan," kata Prijono Wojo, di Pontianak, Jumat (3/4).

Ia mengatakan, pembangunan landasan pacu tersebut diperkirakan baru bisa rampung lima tahun kedepannya. Selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, pengerjaannya juga membutuhkan waktu mengingat struktur tanah gambut di lokasi Bandara itu.

Prijono menjelaskan, pembangunan landasan pacu itu akan diprioritaskan pada pelebaran landasan pacu dari lebar 30 meter menjadi 45 meter dan panjang landasan pacu yang saat ini baru sepanjang 2.250 meter.

"Selain itu, kita juga akan membangun terminal cargo dan berbagai fasilitas Bandara lainnya bertaraf internasional," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kalimantan Barat, Rusnawir Hamid, mengatakan landasan pacu di Bandara Supadio Pontianak yang merupakan Bandara terbesar di provinsi itu sudah tidak layak lagi.

Ia mengatakan, menurut penelitian dari Perancis, mereka memprediksikan jumlah penumpang satu juta per tahun baru tercapai tahun 2008, tetapi angka tersebut sudah tercapai sejak tahun 2004 lalu sehingga fasilitas landasan pacunya sudah harus dibangun.

Akibat kurang mendukungnya landasan pacu yang ada di Bandara Supadio Pontianak, tidak sedikit penumpang yang harus antre diluar Bandara, katanya.

"Kalau dalam dua hingga tiga tahun mendatang fasilitas landasan pacu di Bandara Supadio Pontianak tidak segera dibangun, maka fasilitas pelayanan Bandara tersebut akan semakin buruk," katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar berencana mengembangkan landasan pacu dan fasilitas lainnya di Bandara Supadio senilai Rp30 triliun dengan konsep "Aerocity" atau menjadi kawasan kota di sekitar Bandara tersebut.

Bandara Supadio Pontianak berada di Kabupaten Kubu Raya, merupakan Bandara terbesar di Kalbar yang melayani sekitar 1.200 hingga 1.700 penumpang setiap hari ke berbagai rute.

Maskapai yang menggunakan Supadio yakni Garuda, Lion Air, Batavia Air, Sriwijaya Air, Adam Air, Kalstar, Indonesia Air Transport, dan Deraya Air Service.

Pesawat yang digunakan umumnya jenis Boeing 737 seri 200 - 400.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Barat, Fathan A Rasyid juga meminta pengelola Bandara Supadio mempercepat realisasi penambahan landasan pacu, serta fasilitas lainnya melalui dana stimulus fiskal tahun 2009.

"Dana itu dapat digunakan untuk persiapan dan realisasi pembangunannya tahun 2010," kata Fathan A Rasyid di Pontianak, Jumat (3/4).

Menurut dia, pada tahun 2001 Pemprov Kalbar pernah melakukan studi kelayakan terhadap Bandara Supadio Pontianak dengan melibatkan konsultan asal Perancis. Hasilnya, perlu dibangun landasan pacu, terminal penumpang, jalur masuk pesawat yang baru di Bandara terbesar di Kalbar itu.

Landasan pacu tersebut panjangnya tiga kilometer dengan lebar 45 meter. Saat ini, panjang landasan pacu Supadio 2.250 meter dengan lebar 30 meter.

"Syaratnya, kalau jumlah penumpang setiap tahun sudah di atas 950 ribu orang. Estimasi awal, jumlah penumpang sebanyak itu akan terjadi pada 2008," kata Fathan A Rasyid.

Namun, lanjut dia, jumlah penumpang di Bandara Supadio Pontianak melampaui angka satu juta orang sejak tahun 2004.

Ia menambahkan, Pemprov Kalbar sudah menyampaikan hal itu kepada PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Supadio Pontianak. "Mereka meminta pelaksanaannya pada 2012," kata dia.

Tingginya frekuensi penerbangan, serta terbatasnya kemampuan landasan di Supadio membuat Pemprov Kalbar, mendorong percepatan program tersebut. Peristiwa kerusakan permukaan landasan pacu pada Kamis (2/4). Sehingga sekitar enam jam Bandara Supadio harus ditutup, juga menjadi salah satu alasan tambahan.

"Dalam kunjungan ke Pontianak Maret lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mendengar paparan dari manajemen Bandara Supadio juga meminta ada percepatan pembangunan landasan pacu baru," kata Fathan A Rasyid.

Ia mengatakan, dengan landasan pacu yang baru, jenis pesawat yang bisa mendarat di Supadio akan lebih banyak dan berukuran besar. "Bukan tidak mungkin, dapat digunakan untuk keberangkatan haji," katanya.

Selain itu, untuk mengantisipasi dimulainya penerbangan antarkota di Pulau Kalimantan dengan melibatkan Malaysia dan Brunei Darussalam. "Sejak dua tahun lalu, kita sudah ada kerja sama di bidang transportasi udara dengan Brunei Darussalam dan Malaysia untuk membangun penerbangan di seluruh Kalimantan," kata dia.

Kerja sama itu menjadi salah satu kesepakatan dalam pertemuan rutin dalam forum Brunei Darussalam Indonesia Malaysia Philipines East ASEAN Growth Area (BIMP EAGA).

"Terutama untuk mengembangkan wisata alam karena Brunei dan Malaysia bagian timur, sudah mampu mengemas dengan standar internasional," kata Fathan A Rasyid.

Sementara mengenai rencana pembangunan Bandara baru di Desa Purun, Kabupaten Pontianak, ia mengatakan untuk jangka panjang. "Tidak mudah untuk membangun Bandara baru dan butuh biaya besar," kata dia.

Pemprov Kalbar siap bersinergi dengan PT Angkasa Pura II dalam pengembangan Bandara Supadio Pontianak.