Ratusan ibu rumah tangga dari Kota Pontianak dan sekitarnya melakukan demo menolak penghapusan subsidi minyak tanah di kota itu seiring telah berjalannya program konversi gas tiga kilogram pada akhir 2009.
Ratusan ibu rumah tangga dari Kota Pontianak dan sekitarnya melakukan demo menolak penghapusan subsidi minyak tanah di kota itu seiring telah berjalannya program konversi gas tiga kilogram pada akhir 2009.
Koordinator aksi, Uti Suharli, saat menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPRD Kota Pontianak, Rabu, menyatakan, pemerintah harus mengkaji lagi kebijakannya yang akan menarik minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Kubu Raya, Pontianak dan Kota Pontianak sejak Februari.
"Tidak semua warga di tiga kabupaten itu telah mendapat gas subsidi sehingga tidak tepat kalau minyak tanah subsidi ditarik sebelum semua masyarakat menerima program tersebut," katanya.
Atik (40), salah seorang warga Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya, menyatakan sebagian besar warga masih menggunakan lampu petromak dengan bahan bakar minyak tanah.
"Meskipun kami sudah dapat gas subsidi tetapi masih menggunakan minyak tanah untuk bahan bakar penerangan," katanya.
Hal senada juga diakui oleh Darmawan dari Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Pontianak. Sebagai nelayan ia dan ratusan nelayan lainnya masih menggunakan minyak tanah untuk bahan bakar lampu petromak ketika melaut.
Ia menyatakan, belum saatnya minyak tanah subsidi ditarik karena masih sekira 30 persen masyarakat ditiga daerah itu belum mendapat pembagian perangkat gas konversi itu.
Sebelumnya, Sales Area Manager Retail Pertamina Rayon VII Kalbar Ibnu Choldum, menyatakan, pihaknya akan menarik minyak tanah bersubsidi awal Februari dari tiga daerah yaitu Kabupaten Pontianak, Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Ia mengatakan, penarikan minyak tanah bersubsidi tersebut karena di tiga daerah itu sudah masuk program paket gas konversi tiga kilogram sejak September 2009.
Ia mengatakan, karena minyak tanah bersubsidi ditarik, maka hanya minyak tanah nonsubsidi yang beredar dipasaran di tiga kota itu.
"Sehingga bagi masyarakat yang tetap menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk memasak hanya bisa membeli minyak tanah nonsubsidi," katanya.
Ibnu menambahkan, saat ini sekitar 246 ribu rumah tangga yang telah menggunakan gas subsidi tiga kilogram di tiga kota itu.
Untuk selanjutnya Pertamina Kalbar pada tahun 2010 akan melanjutkan program gas konversi tiga kilogram di tiga daerah, yaitu Kabupaten Sambas, Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang, kata Ibnu.
Data Pertamina Kalbar, saat ini kebutuhan gas untuk tiga kilogram sebanyak 20 ton perhari, berat 12 kilogram sebanyak 50 ton perhari.
Adapun kriteria rumah tangga yang mendapat bantuan paket gas konversi tiga kilogram tersebut yaitu rumah tangga yang masih menggunakan minyak tanah untuk memasak, belum memiliki kompor gas pribadi, dan penduduk setempat yang ditentukan sebagai peserta program tersebut, katanya.
"Bagi masyarakat belum kebagian tetapi berhak kami sarankan untuk mendaftar ke rukun tetangga setempat agar didaftar ke Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) supaya mendapat bantuan paket gas konversi tiga kilogram," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan ratusan ibu masih berdialog dengan anggota DPRD Kota Pontianak.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
