You are here

ECO BORNEO

Semua Kayu Malaysia dari Indonesia Ilegal

Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";}

Antara, Depok

 

Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan semua kayu Malaysia yang berasal dari Indonesia merupakan kayu ilegal.
"Sudah jelas kayu-kayu itu ilegal, contohnya yang di Serawak. Mereka bilang itu kayu legal karena ada dokumennya, tapi ternyata terbukti itu dokumen palsu jadi benar bahwa kayu dari Indonesia itu ilegal," kata Kaban saat penanaman 500 pohon di Teater Kalong milik WS Rendra, Depok, Rabu sore (31/12).
Ia menyesalkan sikap pemerintah Malaysia yang justru "ngotot" bahwa kayu-kayu yang berasal dari Indonesia adalah kayu legal dan bukan kayu ilegal berdokumen palsu.
"Seharusnya mereka kan ikut menjaga hutan tropis kita, bukan malah bersikap seperti itu. Ini kan justru memperburuk hubungan kedua negara," tambah Kaban.
Kaban menjelaskan bahwa untuk menangkal illegal logging pemerintah Indonesia telah ikut dalam program sertifikasi kayu Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk lacak balak. Sehingga kayu yang dapat keluar dari Indonesia hanya kayu legal bersertifikat, dan ramah lingkungan untuk dibeli.
Ia menambahkan seharusnya solidaritas negara ASEAN bersifat menyeluruh ke berbagai sektor. Pertemuan antar negara pun telah dilaksanakan untuk membicarakan upaya menanggulangi bencana perubahan iklim.
Hasilnya, menurut Menhut, cukup baik mengingat angka illegal logging semakin berkurang di tahun 2008 ini dibanding periode 2003 hingga 2005 lalu yang mencapai ribuan. Saat ini ada 300 kasus illegal logging yang terjadi di wilayah Indonesia.
Degradasi hutan Indonesia pun dari tahun ke tahun menyusut, kata Kaban. Ada dua data yang menjadi pegangan Dephut dalam soal degradasi hutan yakni data pertama menyebutkan 700.000 hektar sedangkan data kedua menyebutkan 1,08 juta hektar.  

Presiden: CTI Summit Inisiatif Indonesia

Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";}

Atara, Manado

Pelaksanaan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 11-15 Mei 2009 mendatang, murni inisiatif bangsa Indonesia, dengan mengajak lima negara lainnya untuk membicarakan penyelamatan terumbu karang.
Segitiga Terumbu Karang melibatkan enam negara, sehingga Indonesia mengajak untuk melobi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menyetuji CTI tersebut, kata Presiden, saat membawakan sambutan Natal di Manado, Kamis.
Enam negara terlibat langsung pada CTI Summit itu, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Salomon dan Timor Leste, serta dua negara peninjau, Amerika Serikat dan Australia.
Menurutnya, terumbu karang perlu diselamatkan karena bagian dari kehidupan manusia untuk menangkal dan mencegah pemanasan global (global warming).
Kegiatan CTI di Manado kami optimis akan sukses dan diperhatikan seluruh bangsa di dunia, katanya.
CTI Summit akan dilaksanakan bersamaan dengan World Ocean Conference (WOC) atau konferensi kelautan dunia, untuk membahas penyelamatan laut dari ancaman perubahan iklim, pemanasan global hingga tindakan kriminal.
Luas segitiga terumbu karang yang meliputi enam negara itu sekitar 75 ribu kilometer (km) persegi, memiliki sebanyak 500 spesies terumbu karang, dan dihuni sekitar 3000 spesies ikan.
Segitiga terumbu karang itu dikenal dengan Amazon of The Seas, karena memiliki keanekaragaman hayati paling kaya dibumi ini, katanya.

Sebanyak 79,1 Juta Pohon Telah Ditanam

Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";}

Antara, Depok

Sebanyak 79,1 juta pohon telah tertanam di seluruh Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu bulan pada Gerakan Nasional Penanaman 100 juta pohon.
"Data yang terkumpul 79,1 juta pohon sampai 23 Desember lalu. Data baru bisa terkumpul semua bulan Januari atau Februari tahun depan," kata Menteri Kehutanan, MS Kaban, di sela-sela penanaman 500 pohon bersama WS Rendra di Depok, Rabu sore (31/12).
Ia mengatakan dalam rangka program penanaman pohon tersebut departemennya telah menyediakan dua juta bibit pohon untuk setiap provinsi.
Sejauh ini hal yang terpenting dari gerakan penanaman pohon yang diberlakukan pemerintah adalah mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mau menanam pohon, ujar Kaban.
Menurut dia, keberhasilan dari program penanaman pohon ini adalah keikutsertaan berbagai tokoh negeri dalam mensosialisaikan pentingnya menanam pohon. Termasuk keikutsertaan para seniman dan budayawan.
Ia menambahkan bahwa fokus dari gerakan penanaman pohon ini sebenarnya dilakukan pada lahan masyarakat yang kosong dan lahan-lahan kritis tentunya. Penanaman pohon disekitar tempat tinggal masyarakat akan membantu mereka terhindar dari berbagai bencana.
Terkait dengan banyaknya penebangan pohon di dalam
kota untuk kepentingan pembangunan infrastruktur, Kaban mengatakan semuanya harus sesuai dengan perencanaan tata kota.
"Perencanaan tata
kota harus diikuti. Tapi perencanaan sendiri harus jelas mulai dari lokasi penanaman pohon, usianya, ukurannya, semua harus diatur jangan sampai asal tebang kalau mau membangun sesuatu," kata Kaban.

Halaman 5 dari 5