Evaluasi merupakan proses memperoleh, menggambarkan dan menyajikan informasi yang berguna untuk memberikan penilaian pada alternatif keputusan. Kaufman dan Thomas (1980) menyatakan bahwa evaluasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk membantu keberadaan seseorang atau alat tertentu menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya karena adanya situasi perbaikan. Pendapat tersebut memuat pengertian bahwa evaluasi akan memberikan data masukan yang dapat dijadikan dasar perbaikan dari kondisi yang sudah ada.
Evaluasi merupakan proses memperoleh, menggambarkan dan menyajikan informasi yang berguna untuk memberikan penilaian pada alternatif keputusan. Kaufman dan Thomas (1980) menyatakan bahwa evaluasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk membantu keberadaan seseorang atau alat tertentu menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya karena adanya situasi perbaikan. Pendapat tersebut memuat pengertian bahwa evaluasi akan memberikan data masukan yang dapat dijadikan dasar perbaikan dari kondisi yang sudah ada.
Berkaitan dengan dunia pendidikan, salah satu pakar pendidikan di Indonesia, Sukmadinata (1999) mengemukakan bahwa evaluasi pendidikan adalah suatu proses sistematis guna mendapatkan bukti-bukti yang jelas tentang efektivitas dari kegiatan pendidikan. Selanjutnya, dikemukakan bahwa evaluasi itu dapat dilakukan pada saat pelaksanaan program berlangsung dan di akhir pelaksanaan program.
Evaluasi yang dilakukan pada saat program berlangsung bertujuan untuk melihat tercapainya tujuan pembelajaran atau efektivitas program yang telah ditetapkan sampai titik waktu yang ditentukan. Sedangkan evaluasi yang dilakukan diakhir program bertujuan untuk menentukan tingkat prestasi dari hasil belajar peserta didik secara keseluruhan. Dalam praktiknya, di sebuah sekolah, evaluasi pembelajaran dapat berupa evaluasi setelah mengakhiri mata pelajaran, ulangan harian, ulangan umum dan lain-lain, sampai pada penyelenggaraan ujian nasional (Unas).
Dengan tetap mengamati secara saksama perkembangan pro dan kontra penyelenggaraan unas, SMP Negeri 4 Nanga Mahap sebagai sebuah satuan pendidikan yang tunduk pada peraturan nasional, tetap harus bersiap menyambut unas. Unas tahun 2010 ini merupakan sebuah sejarah bagi SMP Negeri 4 Nanga Mahap. Sebab, Unas tahun 2010 ini adalah Unas yang pertama kali diikuti sekaligus diselenggarakan oleh SMP Negeri 4 Nanga Mahap. Berkenaan dengan hal tersebut, Kanisius Galang, APBK, selaku Pengelola Sekolah memberikan statemen: “Ini merupakan Unas pertama bagi kami. Meskipun pertama, kami berusaha maksimal untuk menyiapkan diri menghadapinya.”
SMP Negeri 4 Nanga Mahap terletak di Desa Landau Apin, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau. Sekolah ini berdiri tahun2007/2008, dengan pembiayaan pembangunan gedung berasal dari dana blok grant (block grand). Pada masa awal, kegiatan belajar mengajar menempati gedung SD Negeri 08 Landau Apin, sembari menunggu pembangunan gedung SMP Negeri 4 Nanga Mahap selesai. Di tahun-tahun pertama pembelajaran tersebut, tenaga-tenaga pendidiknya adalah guru-guru dari sekolah (SD dan SMP) setempat. Tahun 2008/2009 SMP Negeri 4 Nanga Mahap mendapat guru Pegawai Negeri (PN) sebanyak 1 orang untuk bidang studi Matematika. Tahun 2009/2010, SMP Negeri 4 Nanga Mahap mendapat guru PN sebanyak 4 orang untuk bidang studi Pendidikan Agama Protestan, IPS, Bahasa Indonesia dan Pkn.
Dengan jumlah siswa yang akan mengikuti Unas sebanyak 22 orang, Waka Kurikulum, Siswanto, S. Pd, mengungkapkan: “Beberapa hal telah kita lakukan sebagai persiapan menghadapi Unas, di antaranya penyelenggaraan try out dan pelaksanaan les untuk mata-mata pelajaran yang diujiankan.” Selain itu, lanjut Siswanto, S.Pd, terhadap orang tua siswa, telah diadakan sosialisasi Unas pada tanggal 2 Pebruari 2010. Tujuan sosialisasi tersebut adalah membicarakan masalah-masalah seputar Unas, terutama untuk membangun kesalingpengertian antara pihak sekolah dan orang siswa bahwa Unas merupakan tanggung jawab bersama.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
