Ada perubahan yang mencolok saat mengunjungi Taman Alun Kapuas baru-baru ini. Taman sudah mulai tertata apik. Tumbuhan dan bunga sudah mulai menghijau. Wahana bermain air anak-anak dibendung menjadi taman. Miniatur Tugu Khatulistiwa pun turut menghiasi. Bahkan, sisa perayaan festival meriam karbit tampak dari jajaran beberapa meriam kayu bulat yang moncongnya mengarah ke seberang sungai. Konon, Taman Alun Kapuas juga akan dilengkapi dengan dermaga kapal dan perahu wisata untuk berpelesir menyusuri Sungai Kapuas.
Sayangnya, bagian tengah yang menyerupai cerukan berisi air dengan tangga turun masih belum tertata mau dijadikan apa. Mungkin Pemkot merencanakannya sebagai tempat air mancur? Mungkin juga wahana lain, entahlah. Yang pasti Pemkot mungkin akan membangun infrastruktur lain demi mendukung keindahan dan kenyamanan Kota Pontianak sebagai water front city. Melihat geliat perubahan Taman Alun Kapuas ini. Pikiran saya teringat pada Menara Kuala Lumpur, Menara Eiffel, Namsan Seoul Tower, Menara Aloha di Hawaii, dan Menara Singapura. Menara-menara itu menjadi ikon wisata dan menjadi tempat pelesir beberapa program televisi swasta Indonesia ke luar negeri.
Saya membayangkan di Taman Alun Kapuas dibangun sebuah menara. Menara yang akan mempercantik Kota Pontianak. Menara Pontianak (Pontianak Tower) nama ikon baru yang bisa dibangun pada bagian cerukan air di tengah taman. Menara Pontianak akan menjadi pusat perhentian wisata yang bakal menyenangkan dan mengesankan wisatawan lokal dan mancanegara. Menara yang bagian puncaknya dilengkapi dengan jam-jam yang berguna sebagai penunjuk waktu bagi semua orang.
Menara Pontianak dapat dijadikan sebagai tempat untuk melihat seluruh wilayah Kota Pontianak dari ketinggian dengan dilengkapi teropong. Melalui Menara Pontianak lalu lintas kapal, perahu, dan speed di sepanjang Sungai Kapuas dapat teramati. Kampung-kampung Melayu di pinggiran Sungai Kapuas dan Landak dapat dilihat. Pokoknya hilir mudik sarana transportasi air dapat terpantau. Hiruk pikuk Kota Pontianak pun dapat terekam. Menara Pontianakan benar-benar menjadi tempat untuk wisata keluarga dan petualang (traveler) dari luar negeri.
Untuk mewujudkan Menara Pontianak, Pemkot dapat mengandeng swasta membangun menara dengan tinggi 200 meter. Menara Pontianak dijadikan pusat pelayanan wisata kota yang dilengkapi berbagai fasilitas. Fasilitas itu bisa berupa teropong kota dan sungai; pusat belanja aksesoris dan oleh-oleh khas Pontianak; pusat jajanan dan restoran masakan tradisional dan modern; pusat museum budaya dan kesenian Pontianak, dan berisikan ruangan yang memamerkan wahana pintar sebagai wahana anak-anak dalam berkenalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui permainan. Di seluruh dunia menara merupakan ikon pariwisata yang paling banyak dikunjungi. Mungkinkah Menara Pontianak bisa diwujudkan?
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
