You are here

Membangun Kemitraan Polisi – Masyarakat

Kapolda Kalbar yang baru Brigjen Pol Unggung Cahyono melakukan kunjungan ke sejumlah media di Pontianak, termasuk ke Borneo Tribune, Senin (8/11) kemarin. Kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan diri sekaligus mengharapkan dukungan dari media massa agar mendorong partisipasi masyarakat menciptakan keamanan dan ketertiban.

Pilihan melakukan kunjungan ke media merupakan pilihan yang tepat. Media perlu pendekatan. Komunikasi perlu dibangun.

Bagaimana pun media massa merupakan corong informasi. Media tempat masyarakat mendapatkan informasi sekaligus berbagi informasi. Media juga dapat menjadi lembaga pembentukan opini publik. Dalam masyarakat yang permisif seperti masyarakat Kalbar, peranan pembentukan informasi sering kali sangat-sangat penting dan refresentatif.

Sering kali ada satu kasus cukup besar muncul menjadi kasus yang biasa jika media tidak memberikan perhatian. Jika media tidak memberikan liputan terhadap sesuatu kasus, kasus itu akan lenyap ditelan  waktu.

Sebaliknya, sebuah kasus yang semula kelihatannya seperti kasus biasa bisa menjadi kasus besar jika media memberikan perhatian dan memberikan porsi yang lebih besar untuk liputan. Kasus pencaplokan Camar Bulan merupakan contohnya. Kasus ini baru menjadi kasus besar setelah media mengangkatnya berterusan. Sementara kejadian sebenarnya di tengah masyarakat sudah lama, dan sudah lama pula dilaporkan masyarakat.

Dalam konteks ini, agaknya keamanan dan ketertiban masyarakat sedikit banyak bisa dibentuk melalui opini yang disebarkan melalui media. Penyadaran kepada awak media tentang bagaimana bagaimana peran media ikut menciptakan situasi aman dan tertib harus juga dilakukan, karena sering kali media juga terlupa pada kepentingan-kepentingan yang lebih luas, terutama untuk membantu tugas Kepolisian.

Tetapi, penguasaan media untuk kepentingan pencitraan saja tidak akan cukup untuk menciptakan situasi dan kondisi. Polisi sendiri juga harus berupaya maksimal mungkin melakukan tindakan dini pencegahan, dan tindakan aksi untuk menyelesaikan persoalan yang keburu muncul.

Memaksimalkan peranan polisi di lapangan untuk membaca dan memetakan situasi  masyarakat menjadi keharusan. Kecepatan polisi mengambil tindakan, dan kearifan polisi dalam bersikap juga tidak kalah penting. Justru itu, sering kali juga kasus bisa muncul membesar. Masyarakat merasa tidak puas terhadap hak-hak individual mereka yang terampas. Ketika keadilan tidak diperoleh, dan ketika mereka merasa aparat hukum tidak dapat menerapkan hukum dengan masksimal, masyarakat bingkas.

Melihat kecepatan dan komunikasi yang diperlihatkan Kapolda Kalbar yang baru ini, kita yakin partisipasi masyarakat seperti yang diharapkan bisa diharapkan. Semoga Kalbar aman dan damai selalu.

 

------

Kapolda memberikan attensi pada persoalan perbatasan

Tuh, sudah diingatkan… Jangan menyelundup lagi.