Bagaimana mempertanggungjawabkan kebenaran informasi yang ditulis oleh orang biasa? Bagaimana jurnalisme publik bisa dipercaya? Bagaimana mengelola kredibilitas? Itulah pertanyaan yang banyak mengemuka saat kuliah umum di FISIP Universitas Atma Jaya Jogjakarta, Sabtu 10 November lalu, yang dibawakan oleh Adrianto Gani, salah satu founder Wikimu.
Bagaimana mempertanggungjawabkan kebenaran informasi yang ditulis oleh orang biasa? Bagaimana jurnalisme publik bisa dipercaya? Bagaimana mengelola kredibilitas? Itulah pertanyaan yang banyak mengemuka saat kuliah umum di FISIP Universitas Atma Jaya Jogjakarta, Sabtu 10 November lalu, yang dibawakan oleh Adrianto Gani, salah satu founder Wikimu.
Bagi wong Jogja, informasi adalah segalanya. Apalagi bagi mahasiswa. Namun, bila selama ini mereka lebih sering menjadi sasaran alias konsumen informasi, melalui jurnalisme publik atau citizen journalism ini, mereka bisa menjadi pelaku aktif dalam berbagi informasi tentang apa saja yang ada di sekeliling mereka.
Dalam konteks itu, mahasiswa bisa menjadi pelaku terpenting dalam jurnalisme warga ini, karena merekalah yang selama ini paling banyak memiliki akses terhadap internet, paling banyak memiliki akses terhadap dunia baru yang bergerak dan berubah di sekeliling mereka. Dan mereka pulalah yang memiliki perkawanan yang luas, baik secara konvensional maupun virtual, sehingga informasi yang mereka sampaikan bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang.
Menurut Lukas Suryanto Ispandriarno, dosen FISIP UAJY, dengan adanya citizen journalism ini, mahasiswa juga dilatih untuk menyampaikan pikiran dan pendapat mereka. Selama ini, yang memungkinkan untuk itu hanyalah media massa konvensional, terutama koran. "Dengan adanya Wikimu, mereka bisa banyak belajar," ungkap Lukas.
Karena jurnalisme publik sendiri masih merupakan hal baru di Indonesia, boleh jadi mahasiswalah yang memang memiliki peran aktif untuk mendorong perkembangannya. Dan Atma Jaya Jogjakarta telah memulainya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
