You are here

Implikasi Salat Terhadap Jasmani dan Rohani

     Salat menurut bahasa Arab berarti “do’a”, sedang menurut istilah ialah “ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dari takbir dan disudahi dengan salam, dengan memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan.

      Menjalankan ibadah Salat merupakan kewajiban bagi setiap muslim 5 kali dalam sehari.

     Salat bukan hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga mempunyai aktivitas fisikal, mengendorkan badan dan jiwa dari segala ketegangan serta menumbuhkan perasaan damai dan kepuasan.

     Setidaknya ada empat aspek yang bisa kita rasakan setelah kita secara intern menjalankan ibadah Salat.

      Pertama ; aspek olah raga

     Kontraksi otot dan tekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu, selama menjalankan Salat menyerupai relaksasi otot. Salat yang sifatnya isotonic, mengandung unsure badan dan jiwa menghasilkan bio energi. Ada rasa tenang bagi jiwa sesaat setelah kita menunaikan ibadah Salat. Terjadi keseimbangan mental.

      Kedua ; Aspek Meditasi

     Salat seperti meditasi mempunyai effek yang ajaib terhadap seluruh system tubuh, seperti syaraf, peredaran darah, pernapasan, pencernaan, otot-otot, kelenjar, reproduksi, dll.

     Ketika Salat, kita melupakan segala kesibukan dunia  masuk ke dalam suasana tenang walaupun sesaat. Untuk berdo’a kepada  Yang Maha Kuasa.  Menurut  Zakiah Daradjat (1983, h.79) mengatakan bahwa Salat yang berisi permohonan, merupakan pelega batin  yang akan memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa bagi orang-orang yang melakukan.

     Pada saat Salat, kita melakukan kontak dengan Allah yang selalu memberi petunjuk akan nilai-nilai kehidupan dan memberi maaf atas setiap kesalahan, maka kita menjadi tenang.

      Ketiga ; Aspek  Auto Sugesti

     Bacaan-bacaan Salat merupakan ucapan yang baik. Ia memberi effek positif sebagai Auto sugesti dan dapat menimbulkan ketenangan. Ketika  kita mengulangi kata-kata in terus menerus, akan tertanam di dalam alam bawah sadar kita, sehingga memberi rasa yakin dan optimis.

      Keempat ; Aspek Kebersamaan

     Salat yang dilaksanakan secara berjama’ah menimbulkan rasa hangat dalam hubungan interpersonal antara sesama tidak ada perbedaan, semua sederajat. Kaya miskin, tua muda, pemimpin dan anak buah menyatu dalam shaf yang sama. Bahkan dapat menjadi group therapy bagi orang-orang yang merasa terisolir, terpencil, atau terlupakan. “nobody menjadi somebody”.

      Apabila keempat aspek ini dapat kita rasakan pengaruhnya, ketika Salat subuh sebelum menjalankan aktivitas, semangat kerja akan tumbuh, di saat Salat zuhur rasa capek akan hilang, ketika Salat ashar. Badan mulai lelah menjadi segar kembali, di saat maghrib kita mengevaluasi, masuk waktu isya kita merencanakan program esok hari.

     Alangkah indahnya, alangkah dahsyatnya pengaruh Salat terhadap jasmani dan rohani kita…

Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan dan kemudahan untuk menjalankan ibadah Salat, sehingga kita dapat merasakan pengaruhnya … [Pontianak, 23 Oktober 2011].