Salah satu persoalan yang dihadapi birokrasi saat ini masih terjadinya kesenjangan antara tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat pesat dengan kondisi pelayanan aparatur pemerintah yang belum sesuai dengan harapan masyarakat. Oleh sebab itu upaya peningkatan kapasitas terhadap aparatur menjadi semakin penting untuk terus dilakukan.
Demikian dikatakan Gubernur Kalbar Drs.Conelis,MH saat menutup Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011 yang berlangsung di Aula Badan Diklat, Senin ( 31/10)
Jumlah PNS yang ada secara nasional saat ini mencapai 4,7 juta orang, jumlah PNS Pusat sebanyak 953 ribu orang dan PNS daerah sebanyak 3.7 juta orang. Melihat komposisi yang demikian jelas tergambarkan, bahwa sebagian besar PNS berada di daerah. Penyebaran PNS perlu didistribusikan secara merata dan berkualitas, ke depan PNS daerah perlu secara terus menerus kapasitasnya ditingkatkan melalui Pendidikan dan Pelatihan, bahkan Pendidikan dan Pelatihan perlu menjadi salah satu prioritas perhatian yang harus diberikan kepada setiap PNS yang implikasinya harus mampu diakomodir dalam anggaran pemerintah.
Hal demikian dimaksud agar seorang PNS benar-benar memiliki kompetensi dalam mengemban tugas-tugas jabatan yang dipercayakan kepadanya, pada gilirannya benar-benar dapat menjalankan fungsi aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat.
“Pelaksanaan Diklatpim ini merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi sebagai PNS yang memangku jabatan eselon III dalam bidang tugas masing-masing. Diharapkan usai mengikuti Pendidikan Diklatpim agar dapat menerapkan prinsip dan dasar kepemimpinan yang telah dipelajari bersama, dijadikan designer dan agen perubahan untuk menjadikan dearah Kalbar yang lebih baik maju sebagaimana harapan kita semua,” tegas Cornelis.
Sementara itu Plh, Kepala Badan Diklat Kalbar Drs.Sukaryadi,M.Si dalam laporannya mengatakan, Peserta dalam Diklatpim Tingkat IIII Angkatan XXXIII dan XXXIV adalah pejabat eselon III dari SKPD Provinsi, Kabupaten/Kota se-Kalbar yang berjumlah sebanyak 79 orang, dari Provinsi 20 orang, Kota Pontianak (5), Kab Pontianak (5), Kab Ketapang (10) Sambas (6), Sanggau ( 8), Sintang (5), Kapuas Hulu (7) Kayong Utara (6), Sekadau (4) serta Melawi sebanyak 3 orang; dengan komposisi 68 pria dan 11 orang Wanita.
Terkait dengan pengembangan wawasan sebagai pembanding dilaksanakan observasi lapangan (OL) yang berlangsung di Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan OL mencakupi pengumpulan data, peninjauan salah satu icon tema Diklat, penulisan Laporan baik laporan perseorangan maupun kelompok dan perumusan executif lokus observasi yaitu Dinas Pertanian Jawa Timur.
Lama Diklatpim mulai dari tanggal 12 September 2011 hingga 31 Oktober 2011, sedang kualifikasi kelulusan dengan predikat baik sekali 60 orang, predikat baik 39 orang. ( Nasir/ Humas Prov).
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
