Masyarakat Perbolavolian Indonesia, hingga saat ini mengawal jiwa korsanya dengan konsisten. Hal ini terbukti secara kekeluargaan dalam merajut kesinambungan organisasi berjalan dengan baik yang dilandasi hasil musyawarah mufakat berdasarkan tradisi asli budaya bangsa Indonesia (Pancasila) bukan dari hasil votting (demokrasi liberal) dalam setiap memilih ketua organisasi bola voli yang terlaksana saat ini.
Masyarakat Perbolavolian Indonesia, hingga saat ini mengawal jiwa korsanya dengan konsisten. Hal ini terbukti secara kekeluargaan dalam merajut kesinambungan organisasi berjalan dengan baik yang dilandasi hasil musyawarah mufakat berdasarkan tradisi asli budaya bangsa Indonesia (Pancasila) bukan dari hasil votting (demokrasi liberal) dalam setiap memilih ketua organisasi bola voli yang terlaksana saat ini.
Berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional PBVSI tahun 2010 yang dipimpin oleh Drs. Yamin Nuriman dari Jawa Barat, wakil pimpinan Drs. Hapsoro Rahardjo, SH,MH dari Kalimantan Barat dan sekretaris siding Frans Ohoiwutun dari Papua, sesuai surat Nomor : 06/Munas-PBVSI/2010 telah ditetapkan Jenderal Polisi (Pur) Drs. Sutanto sebagai Ketua Formatur untuk menusun kepengurusan PP. PBSI periode 2010-2014. Menugaskan Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan paling lambat 1 (satu) bulan. Ketua Tim Formatur dibantu Irjen. Polisi Drs. Yudi Susharianto, SH dari unsure pengurus PP. PBVSI periode lama bersama Drs. Amin Nuriman M.Pd dari unsur daerah dari Jawa Barat. Berdasarkan hasil musawarah mufakat yang dijadikan landasan masyarakat perbolavolian dan kemampuan Jenderal Polisi (Pur) Drs. Sutanto yang telah memimpin PP. PBVSI periode 2005-2009 maka secara aklamasi peserta Munas sepakat emilih kembali untuk memimpin organisasi bola voli kedepan.
Program kerja PBVSI tahun 2010-2014 yang telah diamanatkan daam Musawarah Nasional tersebut terfokus pada sasaran yang ingin dicapai dengan pertimbangan factor efisiensi dan efektifitas dengan prioritas : 1) Menghadapi Asian Games 2010, paling lambat akhir Mei 2010 melaksanakan Pelatnas Voli Indoor dan Pantai Putra dan diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui Kemenegpora dan KONI pusat. Pelatnas ini juga dimaksud sekaligus untuk keperluan SEA Games 2011. 2) Lebih mengaktifkan elemen-elemen organisasi, terutama ang berkaitan langsung dengan pembinaan prestasi secara berjenjang. DAlam hal ini Pengurus Kabupaten/ Kota agar lebih memaksimalkan pemberdayaan PBV/Klup-perkumpulan dibawah naungannya melalui tata kelola administrasi yang baik dan kompetisi yang terarah. 3) Meningkatkan pembenahan tertib organisasi dan tertib administrasi anggota PBVSI melalui database dan kartu anggota. 4) Mengoptimalkan kegiatan-kegiatan pertandingan dalam frekuensi dan kontribusinya kepada organisasi baik dibidang teknis maupun pendanaan. 5) Melakukan peningkatan kemampuan pelatih dan wasit secara lebih terarah sesuai kebutuhan organisasi. Program kerja dimaksud lebih lanjut dibahas dan dijabarkan pada kegiatan Rakernas tahun selanjutnya ang dituangkan dalam bentuk Kalender Kegiatan tahunan.
Pengurus Pusat PBVSI mondorong pertumbuhan kekuatan organisasi di tingkat Propinsi, KabupatenKota sampai keujung tombak pembinaan yaitu Perkumpulan bola voli secara professional. Inti dari program ini berada pada pengurus Kabupaten/Kota agar memperbanyak frekuensi pertandingan antar PBV/Klub dan mengorganisasikan dengan baik, supaya mutu dan kesinambungan terjaga, diharapkan dari sisi akan muncul dan direkrut atlet-alet potensial menurut standar yang diberlakukan.
Kalau kita sedikit membuka lembar history memor of nasionalisme, kesadaran akan ke-Indonesiaan itu secara tegas diserukan tanggal 28 Oktober 1928. Dalam Kongres Sumpah Pemuda itu, kedasaran akan identitas ke-Indonesiaan mulai dipertajam dalam wawasan Kebangsaan. PAda tanggal 28 Oktober 1928, jauh sebelumbangsa menyatakan Kemerdekaan 17 Agustus 1945, ke-Indonesiaan lebih berupa suatu bangsa ideal dan imaginative. Ini merupakan titik tolak kesadaran yang kokoh menuju sebuah bangsa, Negara dan pemerintahan yang berdaulat penuh di kemudian hari, hingga saat ini.
Indonesia mempunyai masa lalu yang indah, kini sedang mengalami masa gelap, namun masa depan dan terang segera dating. Nasionalisme hendaknya menjadi gerakan nurani menuju masa depan Indonesia yang lebih merdeka, adil, damai dan sejahtera. Melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan perlu diciptakan pola yang mengarah dorongan kompetisi untuk membangkitkan dan memupuk Nasionalisme pada masyarakat Indonesia.
Organisasi olahraga bola voli, merupakan bagian kecil dari elemen masyarakat, dalam strategi pencapaian prestasi melalui visi dan misinya dilandasi Nasionalisme sehingga dalm kiprahnya serta peran yang dilakukan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
Dengan kondisi bangsa saat ini, memerlukan kebangkitan nurani masyarakat Indonesia denagan NAsionalisme/Kebangsaan agar dapat mengembalikan bangsa ini kemasa yang indah, demi masa depan yang lebih terang (habis).
*) Penulis adalah Ketua Bidang Organisasi Pengurus Propinsi PBVSI Kalimantan Barat
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
