Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer ”teman” mempunyai makna sebagai ”sesama teman harus saling membantu”. Sedangkan “sahabat” , masih menurut kamus itu adalah ”persahabatan yang kekal tidak akan bisa dibeli dengan uang”.
CITIZEN & JURNALISM
Sumpah Pemuda, 3 in One
Di dinding kamar saya, ada enam bulan dalam setahun yang oleh Indonesia disongsong, diperingati, serta dirayakan dengan kemeriahan yang beragam. Keenam bulan itu, Maret, April, Mei, Juni, Agustus, dan Oktober, lengkap dengan sosok tokohnya masing-masing yang menjadi pelaku utama hari-hari penting di keenam bulan itu. Hari Film Nasional (Harfinas) ada di bulan Maret demi mengenang jasa Haji Usmar Ismail. Hari Sastra Nasional (Harsasnas) di bulan April ada, karena para kafilah sastra tak ingin meniadakan peran sang penyair “binatang jalang” Bung Chairil Anwar, karena ketokohannya sebagai salah seorang pejuang pembaharu sastra yang fenomenal, tak lekang oleh panas, dan lapuk oleh hujan. Begitupun dengan keputusan-keputusan sejarah terhadap Ki Hajar Dewantara, Bung Karno, dan Bung Hatta.Ibarat kata, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Tak cinta, maka tak kukenang. Namun selebihnya, tiadalah maksud di hati untuk mengatakan, bahwa hari-hari penting nasional lainnya tak layak diperingati dan dirayakan. Saya hanya sedang mengenang tentang keenam bulan yang memang berangkat dari proses kreatif sastra itu.Betapa keputusan untuk menjadikan keenam bulan itu layak diperingati, sesungguhnya sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar, lantaran sastra jua; sebab ada frase-frase sastrawi yang terlahir dari sana. Artinya, bagi saya, peristiwa sastralah yang telah menghantarkan mereka kepada hari-hari penting yang selama ini kita peringati.
Kepala BKD Minta PNS Tetap Semangat Jelang Pensiun
Semangat yang tinggi merupakan modal utama yang baik bagi para PNS yang akan menghadapi masa-masa pensiunan. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Robertus Isdius, M.Si pada acara pembekalan menjelang purna tugas PNS di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat. Hotel kini, (27/10).
Indahnya Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
Indonesia diakui sebagai bangsa yang beragam budaya, agama, ras, dan dibentuk oleh suku-suku yang terdapat di dalamnya dan hidup harmonis berdampingan satu dengan lainnya, karena adanya kesamaan sosiologis kemasyarakatan dan kesamaan dalam struktur morfologis atau wujud insani Indonesia (juga dengan bangsa lain). Dengan lahirnya UU Kewarganegaraan yang baru dan diterimanya golongan dari Etnis Tionghoa sebagai suku di Indonesia, sehingga tidak hanya ada suku Dayak, Banjar dan Melayu yang ada di Pulau Kalimantan; suku Jawa dan Sunda yang mendiami Pulau Jawa; suku Batak dan Nias yang menduduki Pulau Sumatera; suku Bugis di Sulawesi; suku Ambon di Ambon, suku-suku di NTB dan NTT; orang Bali yang mendiami ‘Pulau Dewata’; dan suku Dani, Asmad dan lainnya di Irian Jaya dan Papua, dan sebagainya.
Halaman 10 dari 150
