Borneo Tribune, Pontianak
Olahraga aeromodeling saat ini telah merambah Kalimantan Barat, khususnya Pontianak. Untuk mengakomodir minat masyarakat akan olahraga kedirgantaran ini, Persatuan Aeromodeling Club (PAC) Kalimantan Barat berencana membangun tempat latihan.
"Kita akan membangun tempat latihan aeromodeling. PAC sendiri merupakan binaan dari Binpotdirga (Bina Potensi Kedirgantaraan) TNI AU Pontianak," jelas Kepala Seksi Bina Potensi Dirgantara (Binpotdirga) Landasan Udara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Lanud TNI AU) Supadio Pontianak, Mayor Administrasi Hendri di Pontianak, beberapa waktu lalu.
Hendri mengharapkan tempat latihan olahraga aeromodeling dapat segera terealisasi. Guna mengakomodir minat masyarakat Kalbar. Karena saat ini menurut Hendri walau olahraga ini relative mahal, namun animo masyarakat mengikutinya cukup tinggi.
Dia memaparkan jumlah anggota PAC hingga tahun 2008 lalu sebanyak 46 orang. Terdiri dari pengusaha swasta, Pegawai Negeri ipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi, temasuk dua orang dari Lanud Supadio.
Selama ini menurut Hendri latihan aeromodeling dilakukan di jalan lingkar Ahmad Yani - Jembatan Kapuas II, sebelum difungsikan. Namun, karena saat ini jalan tersebut telah difungsikan sehingga PAC harus mencari alternative tempat latihan.
"Latihan sebenarnya bisa dilakukan di Lanud Supadio ini. TapiĀ karena banyak bangunan yang riskan dan membahayakan alutsista (Alat Utama Sistem Senjata,red), maka kita cari tempat lain," kata Hendri.
Tempat latihan tersebut sebenarnya sudah mulai dibangun,. Bertempat di jalan raya Kakap Kilometer 11, Pontianak. Di atas tanah milik salah satu anggota PAC. Dengan system pinjam pakai. Pembangunanyapun menggunakan dana swadaya anggota. Namun, menurut Hendri tempat tersebut masih belum memadai sebagai tempat latihan olahraga kedirgantaraan ini.
"Yang ada sekarang ini hanya ada landasanya saja. Ukurannya 8 meter x 80 meter. Idealnya ukuran landasan 8 meter x 100 meter. Untuk itu kita berencana membangun kembali landasan sesuai dengan panjang ideal. Selain itu kita juga akan menambah sarana dan prasarana latihan lainnya, seperti hangar pesawat dan tempat istirahat," papar Hendri, yang juga anggota PAC.
Untuk menambah kapasitas dan sarana di tempat latihan tersebut, menurut Hendri, PAC membutuhkan biaya sebesar Rp 60 juta sampai Rp 70 juta. Sedangkan saat ini dana yang telah dikumpulkan melalui swadaya anggota PAC sebesar Rp 34 juta. Kekurangan dana inilah kata Hendri yang akan diusahakan Binpotdirga, sebagai pembina.
"Melalui seksi Binpotdirga kita mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan ke Departemen Pertahanan RI bidang potensi kedirgantaraan. Menambah kekurangan tersebut," imbuhnya.
| < Sebelumnya |
|---|
