Salah satu anggota WWF yang enggan disebutkan namanya menceritakan, setiap memasuki musim puncak penyu bertelur setiap malamnya pantai Tanjung Kemuning didatangi puluhan orang – orang Syabrani dan Talib. Tapi WWF tidak berdaya melarang mereka melakukan perburuan telur penyu. Cara mencegahnya, setiap kali induk penyu naik ke permukaan pantai, petugas WWF mengalihkan jejak kaki penyu agar tidak diincar pemburu. Kemudian sarang telur penyu secepatnya dipindahkan ke lubang lain agar tidak tercium para pemburu. Setelah telur itu menetas menjadi tukik petugas terus mengawasi sampai tukik itu meluncur ke laut.
Koordinator Penyu Paloh WWF Indonesia Dwi Suprapti mengatakan, modus penyelundupan telur penyu ke Malaysia sebenarnya bukan hal baru. Seperti wilayah Serikin, biasanya telur penyu dari Kepulauan Riau, bukan dari Paloh. Harga telur penyu di tingkat pengepul biasanya di kisaran Rp 1.200 per butir untuk jenis penyu hijau. Kemudian dijual lagi di pasar lokal seperti di Tebas, Sambas, dan Pinyuh (Kabupaten Pontianak), karena takut dirazia. Tiap butir dijual sekitar Rp 1.500-Rp 2.000.
Sedangkan di Pasar Serikin, Sarawak, dijual per paket--isi delapan-sepuluh butir dengan harga 10 ringgit Malaysia. Kemudian dijual lagi di pasar yang sama dengan harga bervariasi. Per butir telur masing-masing antara 1-3 ringgit Malaysia. Bahkan pihak WWF pernah menemukan harga jual di Pasar Serikin untuk satu butir telur penyu 2,5 ringgit atau sekitar Rp 7.000.
Pada April 2011, petugas gabungan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan Pontianak dibantu Pos Perbatasan TNI 641 Beruang di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang pernah menyita 3.405 butir telur penyu yang akan diselundupkan ke Sarawak, Malaysia, melalui Serikin. Lokasi penangkapan di Pos PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Saat itu barang bukti berupa telur penyu berada di Stasiun PSDKP Pontianak.
Sejauh ini, memerangi peredaran telur penyu ilegal baru sebatas pengawasan pengamanan jalur perdagangan di daerah perbatasan. Tapi penjarahan di Pantai Tanjung Kemuning sampai sekarang terus berlangsung.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
