You are here

Antisipasi Dampak Rumah Kaca

Ingat dengan jarring-jaring makanan? Atau jarring-jaring kehidupan? Ini pelajaran biologi di sekolah yang menunjukkan ada kait mengait antara satu makhluk dengan makhluk lainnya. Juga ada interaksi antara makhluk hidup (biotik) dengan makhluk tak hidup (abiotik).


Deputi Bidang Peningkatan Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan, Kantor Kementerian Lingkungan Hidup RI, Dra Masnellyarti Hilman, M.Sc mengatakan, lahan gambut memegang peranan yang sangat penting dalam penyimpanan karbon, di mana, kemampuannya dalam menyerap maupun menyimpan karbon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lahan mineral.


Sebagaimana diketahui lahan gambut merupakan lahan yang organic. Bahan pembentukannya dari seresah dedaunan atau batang tanaman di mana belum melapuk sempurna. Oleh karena aktivitas jasad renik di bahan organik tersebut maka kadar keasamannya tinggi. Jika hujan dia menterap banyak air, namun di musim panas dia mudah terbakar. Oleh karena itu harus dijaga karena dampak pembakaran begitu luas. Juga mengancam biotik dan abiotik.


“Hal ini menjadi penting terutama dengan isu pemasanan global dan perubahan iklim akibat semakin meningkatnya emisi gas rumah kaca di udara,” kata Dra Masnellyarti Hilman, Selasa (15/11) di Pontianak.


Dikatakan olehnya, gambut menjadi sangat penting, karena di satu sisi lahan gambut dapat menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, tapi di sisi lain lahan gambut telah mengalami degradasi yang mengeluarkan gas rumah kaca disebabkan oleh kebakaran hutan dan pengelolaan yang tidak memperhatikan karakteristis gambut. Ikatan karbon diudara tidak mudah dipecah sehingga tidak sehat bahkan beracun seperti karbon monoksida.


Pengelolaan lahan gambut telah dilakukan secara arif oleh masyarakat lokal dalam skala kecil, namun, seiring pesatnya pertambahan jumlah penduduk yang diikuti oleh peningkatan kebutuhan akan lahan SDA, dan pengelolaan lahan gambut  dilakukan secara luas dan lebih memperhatikan nilai ekonomi jangka pendek, namun, memarjinalkan fungsi ekologisnya.


“Inilah yang menyebabkan kerusakan lahan gambut yang meluas serta menimbulkan berbagai bencana,” jelasnya.