You are here

Timnas Putri Indonesia Urutan Terakhir

Tim nasional putri Indonesia gagal meraih satu kemenangan pun pada Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putri Asia, sehingga menempati posisi terakhir.

Pada pertandingan terakhir di GOR Nakhonpathom, Amphur Muang, propinsi Nakhonpathom, Thailand, Minggu, tim tersebut kalah dari Skif Uzbekistan 2-3 (20-25, 23-25, 25-23, 25-20, 13-15).

Tim nasional putri Indonesia gagal meraih satu kemenangan pun pada Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putri Asia, sehingga menempati posisi terakhir.

Pada pertandingan terakhir di GOR Nakhonpathom, Amphur Muang, propinsi Nakhonpathom, Thailand, Minggu, tim tersebut kalah dari Skif Uzbekistan 2-3 (20-25, 23-25, 25-23, 25-20, 13-15).

Sari Widowati dan kawan-kawan, yang disiapkan mengikuti SEA Games 2009 di Laos, tertinggal dua set lebih dulu setelah Skif meraih kemenangan 25-20, 25-23, namun berhasil menyamakan kedudukan dengan merebut dua set berikutnya.

Akan tetapi, pada set penentuan, tim asuhan pelatih asal Cina Wang Jun itu kalah dengan angka tipis 13-15.

Tim Indonesia seharusnya bisa menang pada set kedua jika bermain dengan tenang. Setelah tertinggal 2-11, kemudian 12-18, mereka berhasil mengejar untuk menyamakan kedudukan 20-20, lalu 22-22 dan 23-23, sebelum akhirnya menyerah 23-25.

Dengan bermain tenang, kejadian serupa pada set ketiga dapat diatasi tim Indonesia. Setelah tertinggal 3-12 dan 8-11, mereka berhasil menyamakan kedudukan hingga 22-22 sebelum merebutnya dengan kemenangan 25-23.

Setelah kembali meraih kemenangan pada set keempat, tim nasional tertinggal 4-12 pada set penentuan. Meski berhasil bangkit dan memperpendek jarak menjadi 13-14, Lailatul Aisyah dan kawan-kawan kembali bermain kurang tenang, sehingga gagal meraih kemenangan.

"Secara mental, anak-anak memang tidak tenang dan tampil tegang. Kalau lebih tenang, saya yakin, anak-anak bisa menang 3-0," kata Wang Jun usai pertandingan seperti dikutip situs bolavoli.org.

Wang mengatakan, jika mereka tampil seperti saat menghadapi Tianjin Bridgestone Cina dan Toray Arrow Jepang, tim asuhannya itu akan menang mudah, bahkan bisa membukukan angka telak 3-0.

Ia memperkirakan, karena belum meraih satu kemenangan pun, pemain terbebani untuk merebut satu-satunya pertandingan tersisa melawan Skif Uzbekistan itu.

"Tapi, akhirnya, anak-anak menjadi tegang dengan beban tersebut," kata wang dengan menambahkan, "Mental begitu terganggu membuat penampilan anak-anak secara teknis juga terganggu."

Sementara itu, asisten pelatih Skif, Ashurkova Svetlana menyambut kemenangan timnya atas Indonesia, sehingga mereka terhindar dari kedudukan juru kunci. "Yang pasti, kita gembira, karena ini satu-satunya kemenangan tim kami," katanya sesudah pertandingan.