“Jangan sampai adat satu penduduk pun yang tidak terdata, karena mereka punya hak untuk didata dan menjadi warga Kabupaten Bengkayang sekaligus Warga Negara Indonesia.”
“Jangan sampai adat satu penduduk pun yang tidak terdata, karena mereka punya hak untuk didata dan menjadi warga Kabupaten Bengkayang sekaligus Warga Negara Indonesia.”
Demikian ungkat Bupati Bengkayang, Jakobus Luna pada Seminar Sosialisasi Sensus Penduduk 2010 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkayang di Aula I Lantai 2 Kantor Bupati Bengkayang, Senin (8/3) kemarin.
Pada acara tersebut dihadirkan Narasumber Drs. Jacobus Luna, M.Si dan Drs. Kristianus Anyim, M.Si serta Obaja, S.E., M.Si dari Pemerintah Daerah Bengkayang, sedangkan dari BPS Provinsi menghadirkan Ibu Sri Mariani, S.E. selaku Kabid Statistik Produksi BPS Prov. Kalbar, dan Martono, S.E. dari Dosen Akademi Bumi Sebalo Bengkayang sebagai Moderator. Sedangkan peserta yang hadir seluruh Kepala SKPD se-Kabupaten Bengkayang, TNI/Polri, Guru dan Masyarakat Umum.
“Sensus Penduduk sangat bermanfaat bagi daerah sebagai bahan evaluasi kinerja yang sudah kita lakukan dan bahan untuk menyusun perencanaan pembangunan kependudukan, sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang langsung dapat menyentuh kepada masyarakat,” ungkap Bupati Bengkayang dalam sambutannya.
Bupati juga menambahkan momentum Sensus Penduduk 2010 hendaknya dapat dijadikan sebagai moment penting guna mendapatkan data yang kita perlukan, Lanjutnya. Dalam paparannya, Bupati Bengkayang mengatakan sejarah mengajarkan bahwa Sensus adalah bagian dari kehidupan dan peradaban manusia, Sejak Zaman kuno manusia telah mengenal Sensus Penduduk sebagai bagian dari eksistensi dan kebesaran suatu bangsa, berita sensus menggema ke seluruh dunia dari zaman Babilonia, zaman Musa, zaman kekaisaran Romawi dan zaman kejayaan Dynasty Han di China. Apalagi di zaman modern ini sensus telah menjadi keharusan dan amanah dunia. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sesuai UU no. 16 tahun 1997 dan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2007 tentang Principles and Rekommendation for population and housing cencus.
Sementara, Sri Mariani, S.E. mengungkapkan sekarang Indonesia menduduki peringkat 4 (empat) terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 231 juta orang setelah Cina, India dan USA. Pentingnya Sensus Penduduk 2010 adalah untuk Mendata seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali untuk meyakinkan jumlah penduduk Indonesia terkini, memotret masyarakat Indonesia secara utuh, Dinamika dan Mobilitas Penduduk Indonesia serta kemajemukan masyarakat Indonesia. Sensus Penduduk menggunakan Pendekatan de facto dalam arti bahwa penduduk suatu wilayah didefenisikan sebagai orang yang secara faktual biasa tinggal diwilayah itu. Pendataan dilakukan petugas secara aktif mendatangi penduduk dari rumah ke rumah (door to door). Sensus Penduduk 2010 wajib disebarluaskan ke masyarakat karena sangat penting, bukan sebaliknya karena tidaktahuannya justru tidak mau didata bahkan menghambat pelaksanaan Sensus Penduduk 2010.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
