You are here

Ribuan Warga Padati Lapangan Kompi 641 Bengkayang

Diperkirakan seribu kaum muslim dan muslimat di Kecamatan Bengkayang menggelar salat Idul Adha yang dipusatkan di lapangan Kompil 641 Benngkayang. Dalam salat id yang dimulai sekitar pukul 07.00 itu, bertindak sebagai Imam, H. Maulidin, dan khatib oleh Ustad Sunaryo, tenaga pengajar dari pesantren Ibnu Sina Kabupaten  Bengkayang.

Dalam khutbah yang disampaikan, Sunaryo menjabarkan latar belakang pelaksanaan ibadah haji yang dimulai ribuan tahun silam. Ibadah yang dimulai saat Nabi Ibrahim diperintahkan Allah Swt untuk menyembelih anak semata wayangnya Nabi Ismail. Dengan pentih tuhan tersebut, Ibrahim siap menyembelih Ismail yang kemudian digantikan dengan seekor domba.

"Penyembelihan hewan kurban yang juga dilakukan umat muslim pada tahun ini merupakan bukti ketakwaan kepada Allah," kata Sunaryo dengan lantang.

Sunaryo menerangkan, ibadah haji memiliki keistimewaan karena merupakan gabungan dari pelaksanaan rukin islam yang ada lima perkara. Syahadat merupakan rukun Islam pertama debagai ibadah hati, salat bebagai ibadah jasad, puasa sebagai ibadah menahan diri, zakat sebagai ibadah pengorbanan harta.

"Sementara untuk ibadah haji merupakan gabungan secara kesluruhan yang ada dalam rukun islam, kekuatan iman, fisik dan finansial menjadi kunci pelaksanaan," ujar ustaz anak satu ini.

Di bwah teriknya sinar matahari pagi, seribu warga itu tetap menjalan salat id dengan khusuk dan tetap duduk tenang mendengan khutbah yang disampaikan. Sebagaimana umumnya, lapangan yang semua hijau berganti dengan sebagaian besar warna putih. Wanah baju yang digunakan para jemaah untuk menjalankan ibadah suci. Ibadah berakhir sekitar pukul 07.30, dan jemaah pun kemudian bubar dengan tenang dan teratur.