“Operasi ini dimaksud untuk melindungi konsumen maupun pengusaha dari hal-hal yang tak diinginkan,” kata Agustinus Naon kepada Wartawan disela-sela Operasi tersebut.
Perlindungan yang dimaksud tidak lain adalah perlindungan konsumen maupun pengusaha terhadap bahaya makanan yang sudah tak layak konsumsi serta dijual kepada masyarakat luas.
Operasi dimulai dengan mendatangi Pasar Teratai, komplek terminal Bengkayang. Kemudian dilanjutkan di mini market Multi, Pasar disepanjang jalan Jeranding AR, Tri Star Smart, Pasar Tengah dan diakhiri di Toko Nikmat, depan Koramil Bengkayang. Pada operasi tersebut, ditemukan beberapa bahan makanan yang sudah kadaluarsa, seperti minuman Kaleng. Oleh pihak Pemda, barang tersebut tidak diambil untuk dimusnahkan, namun hanya dicatat serta meminta agar para pemilik toko agar tidak menjual kembali barang-barang itu dan harus segera dikembalikan.
Operasi Dinilai Terlambat
Operasi pasar yang digelar Wabup beserta jajarannya tersebut dinilai terlambat disebabkan waktu lebaran sudah dekat dimana masyarakat dipastikan sudah jauh hari telah membeli kebutuhan mereka dipasaran.
“Semestinya Operasi Pasar dilakukan jauh hari yang lalu dan beberapa kali. Ini dilakukan menjelang hari “H”, saya pikir tak akan memberi pengaruh pada aktivitas jual-beli dipasar,” terang salah seorang warga Bengkayang, Dwi Sigit menanggapi Operasi pasar yang digelar itu.
Menurut Sigit, dengan semakin dekatnya hari raya Idulfitri, Pemda seharusnya membuat terobosan lain, misalnya dengan membuka pasar murah ataupun memberi bantuan kepada fakir miskin. Hal ini dinilainya lebih efektif menjelang Idulfitri.
“Operasi pasar menjelang hari raya (Idulfitri), itu hanya mencari sensasi, tak mungkin berpengaruh lagi pada harga-harga sembako maupun keberadaan barang kadaluarsa,” timpal Wakil Ketua Aliansi Wartawan dan Pemuda (Awanda) Bengkayang, Antoni Harahap di Kantor Perwakilan Media ini.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
