Direktur RSUD Kabupaten Bengkayang, Petrus Boli, mengeluhkan seringnya lampu PLN byarpet. Hal tersebut berakibat berusakan pada alat penunjang medis.
“Satu alat ronsen rusak berat dan beberapa alat laboratorium. Kami mau menggantikan alat-alat tersebut terkendala pagu dana pemeliharaan yang tidak mencukupi, karena alat yang rusak sangat mahal untuk diganti,” keluh Boli dalam ruangan pertemuan RSUD Bengkayang.
Kata Boli, untuk memperbaiki alat medis tersebut, pihaknya menggunakan dana yang cukup besar. Keberadaan dana juga itu terbatas karen dana pemeiliharaan yang dianggarkan Pemerintah Daerah melalui APBD sangat kecil dan tidak mencukupi.
"Untuk tahun ini hanya 15 juta rupiah saja sedangkan banyak alat-alat penunjang medis yang rusak," jelas Boli.
Tambah Boli, untuk menggantikan alat-alat yang rusak sudah memakan dana yang besar ditambah RSUD Bengkayang tidak memiliki teknisi untuk memperbaiki alat-alat penunjang medis. Ia mengakui, selama ini pihaknya menyewa teknisi dari RSU Bethesda Serukam apabila alat-alat tersebut rusak.
Adi Kurniawan, Manajer PLN Ranting Bengkayang menjelaskan, seharusnya pihak RSUD Bumi Sebalo menggunakan UPS (uninteruptible power supply). Alat tersebut sangat dibutuhkan supaya alat-alat penunjang medis yang menggunakan tenaga listrik tidak cepat rusak.
Oleh karena itu, ia menyarankan kepada pihak RSU Bengkayang, setiap alat-alat penunjang medis yang menggunakan tenaga listrik dari PLN, wajib menggunakan UPS.
"Bukan hanya di kabupaten kita saja yang selama ini mengalami gangguan kelistrikan, di Jakarta saja dapat terjadi," jelas Adi.
Adi menambahkan, sejak awal Oktober, listrik tidak stabil dikarenakan kita mengharapkan suplai dari Singkawang. Ditambah lagi di PLTMH Riam Merasap Sanggau Ledo ada alat yang mengalami kerusakan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
