You are here

Jalan Lumar Telan Rp 10 M Anggaran

Pembangunan jalan Bengkayang-Sanggau Ledo berupa peningkatan sejauh 5,8 kilo meter antara Kecamatan Bengkayang dan Singkawang telah mulai dikerjakan. Jalan yang dilauncing Gubernur Kalimantan Barat pada akhir September 2011 tersebut menelan anggaran lebih dari sepuluh miliar.

Saat ini, pengerjaan jalan berupa pembersihan dan pengurukan jalan dengan batu bercampur tanah. Bebebrapa alat berat terlihat sedang melakukan pengerjaan. Perbaikan jalan tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Warga sekitar dapat menerima walau pembangunan jalan itu menghasilkan debu saat kemarau dan becek saat hujan.

"Wajarlah kalau ada debu, karena jalan sedang diperbaiki. Kita berharap perbaikan jalan ini berlangsung lancar dan kita dapat menikmati jalan yang bagus,” kata Yopi, salah seraong pengguna jalan.

Antara Bengkayang hingga Sanggau Ledo, kondisi jalan terbilang cukup memprihatinkan. Lobang kecil dan besar dengan kedalam beragam menjadi penghias tubuh jalan. Penggunaan kendaraan roda dua dan empat memerlukan konsentrasi agar tidak mengalama kecalakaan lalu lintas.

Dalam launcing pembangunan yang dihadiri beberapa Bupati dan Walikota se Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis MH, menyatakan siap pasang badan demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Barat terutama untuk wilayah perbtasan. Karena itu Cornelis meminta semua elemen masyarakat ikut mendukung dan mensukseskan program pembangunan yang dijalankan.

"Gubernur pasang badan. Kalau ada masalah sosial kata Menteri, you tanggung jawab. Ini karena Menteri pun akan dinilai oleh presiden, penggunaan uang itu tepat waktu atau tidak kamu yang akan mendapatkan rapot merah. Saya katakan, saya akan pasang badan demi rakyat yang ada di Kalimantan Barat, khususnya yang ada di jalur perbatasan," kata Cornelis menyinggung sikapnya terakit pembangunan di Kalimantan Barat.

Terkait dengan keamanan dalam pembangunan, Gubernur mengharapkan tidak ada preman yang mengganggu. Pembangunan harus bersih dari gangguan.

"Jangan seperti daerah lain, ada preman, mengapa tidak melapor, saya akan mepremaninya," demikian Gubernur menjelaskan.

Tidak adanya gangguan itu dimaksudkan agar pembangunan berlangsugn tepat waktu. Bila pembangunan tersebut tidak tepat waktu, maka uang pembangunan akan dikembalikan kepada negara.

"Karena itu saya mohon mulai dari bupati, camat, kepala desa, dewan, para pemborong, masyarakat yangdilalui oleh jalan yang diperbaiki ini tolong membantu mensukseskan pembangunan yang dilakukan," pinta Cornelis.