You are here

Hindari Kerusakan, RSUD Bengkayang Minta Jalur Khusus

Kerusakan alat alat rumah sakit menjadi permasalahan utama dalam pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkayang. Agar tidak terjadi kerugian negara yang lebih besar, pihak rumah sakit telah mengajukan jalur khurus pada pihak PLN.

"Pada awal tahun 2011 ini, kami telah menyampaikan surat kepada PLN Bengkayang untuk jalur khusus pada rumah sakit. Tapi sampai sekarang, belum ada tanggapan pihak PLN," demikian dikatakan Direktur RSUD Bengkayang, Petrus Boli, Rabu (9/11).

Petrus menjelaskan, jalur khusus itu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada alat. Karena daya listrik dari PLN yang tidak memadai satu alat rotgen yang kita miliki mengalami kerusakan. Untuk memperbaiki rotgen itu diperlukan biaya sebesar dua ratus juta.

"Pengadaan alat rotgen itu pemerintah menganggarkan dana sebesar satu miliar, bila alat itu rusak maka bisa kita katakan ada kerugiaan negara daya PLN," jelas Petrus lagi.

Bukan saja untuk rotgen, alat alat di laboratorium, ICU, dan alat alat lain sangat berpengaruh karena listrik, Begitu juga dengan kenyamanan pasien, seperti alat alat pendingin  juga mengalami kendala. Lebih parah lagi, ada beberapa kegiatan operasi harus dintunda karena lampu yang mati.

"Karenya, mau tidak mau PLN harus membuatkan jalur khusus, harapkan kami ini segera dilaksankan. Akibatnya pelayanan kami terbatas karena pelayanan PLN itu," ujar Petrus.

Sampai saat ini pihak rumah sakit kenapa belum ada balasan, karenanya pihak rumah sakit akan melayangkan surat permohonan kedua.

"Kepada siapa lagi kami minta bantu kecuali hanya pada PLN, karena PLN yang memberikan pelayanan untuk listrik," ungkap Boli.