You are here

Enam Pasang Calon Akhirnya Daftar ke KPU. Koalisi Menang Paling Akhir

Pendaftaran kandidat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Bengkayang tuntas setelah pasangan yang diusung koalisi partai ‘Menang’ mendaftarkan diri sebagai pasangan calon yang terakhir di KPUD Bengkayang.

Pendaftaran kandidat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Bengkayang tuntas setelah pasangan yang diusung koalisi partai ‘Menang’ mendaftarkan diri sebagai pasangan calon yang terakhir di KPUD Bengkayang.

 

Masa pendaftaran yang diberikan penyelenggara pemilu hingga 14 Februari itu ternyata mampu mengakomodir seluruh parpol yang secara persentase perolehan suara berhak mengajukan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Bengkayang pada pemilukada 19 Mei mendatang.

Adapun keenam kandidat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Bengkayang periode 2010-2015 yang sudah tercatat mendaftarkan diri ke KPUD Bengkayang, antara lain pasangan Yohanes Pasti-M Yunus, pasangan ini merupakan pasangan yang pertama kali mendaftarkan diri ke KPU pada Kamis (11/2) lalu. Mereka maju setelah diusung oleh dua parpol yang memiliki perwakilan di DPRD Bengkayang, yakni Partai Golkar 4 kursi dan Partai Republikan 1 kursi.

Selanjutnya, pasangan kedua yang mendaftarkan diri adalah pasangan Suryadman Gidot-Agustinus Naon, dengan parpol pengusung dari Partai Demokrat 5 kursi dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 2 kursi. Selain kedua parpol yang memiliki perwakilan kursi di DPRD Bengkayang, pasangan SGAN yang didukung oleh PPP, PIS dan Partai Kedaulatan juga mendaftarkan diri. Pendaftaran pasangan ini sendiri dilakukan pada Sabtu (13/2) lalu.

Sementara di hari terakhir pendaftaran, Minggu (14/2) merupakan hari dimana banyak kandidat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang mendaftarkan diri. Dan pada pukul 11.00, pasangan Jupi-Joni Abdullah mencatatkan diri sebagai pasangan ketiga yang mendaftarkan diri. Kedua orang ini maju setelah PKB 2 kursi, PKS 2 kursi dan PKPB yang mempunyai 1 kursi berkoalisi untuk memenangkan pasangan tersebut.

Sementara itu pada pukul 14.00, kandidat pasangan calon yang keempat yang mendaftarkan diri adalah pasangan Moses Ahie-Sebastianus Darwis. Pasangan ini maju melalui usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang notabenenya memiliki 5 perwakilan di DPRD Bengkayang. Namun, selain PDIP, masih ada 7 parpol yang mengusung pasangan tersebut, yakni PDP, PPRN, Partai Gerindra, Partai Barnas, Partai Buruh, PPDI dan PBR.

Sedangkan kandidat pasangan calon H Mariadi-F Markim menjadi pasangan yang kelima yang mendaftarkan diri. Kedatangan mereka ke KPUD Bengkayang pada pukul 23.00, setelah dijagokan oleh Koalisi PAN 2 kursi, PDK 2 kursi dan Partai Buruh yang memiliki 1 jatah kursi di DPRD Bengkayang.

Dan calon pasangan yang terakhir yang mendaftarkan diri adalah kandidat pasangan calon yang diusung oleh Koalisi ‘Partai Menang’. Yakni, terdiri dari gabungan parpol yang tidak memiliki perwakilan di DPRD Bengkayang saat ini. Koalisi Menang secara demokrasi akhirnya bersepakat mengusung Petrus SA-Rima Rupama sebagai pasangannya untuk bersaing dengan lima kandidat pasangan calon lain, apabila lolos verifikasi calon oleh KPUD Bengkayang dalam minggu ini.

“Setelah proses ini, semua berkas mereka akan kita periksa. Dan apabila dalam penyampaian berkas calon pasangan bupati dan calon wakil bupati masih terdapat kekurangan, mereka akan kita berikan kesempatan untuk memenuhi persyaratan yang kurang tersebut," terang Ketua KPUD Bengkayang, Eddy A, setelah proses pendaftaran usai.

Menurutnya, pendaftaran kandidat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati saat ini tidak berarti secara otomatis mereka dapat bersaing pada pemilukada 19 Mei mendatang.

Dikatakannya, kalau memang semua kandidat pasangan calon itu memenuhi syarat, berarti KPUD Bengkayang akan menetapkan sebanyak enam pasangan calon. Namun apabila pada masa yang telah ditentukan, parpol pendukung tidak memenuhi persyaratan sebagai pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, bisa jadi kandidat yang akan bertarung di pemilukada Kabupaten Bengkayang menjadi berkurang.