You are here

Dinilai Hampir Punah, FBBS Angkat Tradisi Jonggan

Dalam penyelenggaraan Festival Budaya Bumi Sebalo (FBBS) III Tahun 2010 ini, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Bengkayang akan menyertakan Jonggan sebagai salah satu kegiatan yang dipertandingkan. Demikian ungkap Kepala Dinas Budparpora Bengkayang, Rifin Fransisko melalui Kasi Kesenian Tradisional dan Modern, Ricky Silalahi, Kamis (11/3) di ruang kerjanya.

Dalam penyelenggaraan Festival Budaya Bumi Sebalo (FBBS) III Tahun 2010 ini, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Bengkayang akan menyertakan Jonggan sebagai salah satu kegiatan yang dipertandingkan. Demikian ungkap Kepala Dinas Budparpora Bengkayang, Rifin Fransisko melalui Kasi Kesenian Tradisional dan Modern, Ricky Silalahi, Kamis (11/3) di ruang kerjanya.

 

“Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Jonggan di daerah ini yang hampir tenggelam ditelan perkembangan zaman,” demikian kata Ricky mengatakan alasan mengapa Jonggan diperlombakan dalam FBBS ke-III.

Jonggan merupakan kesenian tradisional masyarakat suku Dayak yang telah ada sejak dahulu. Ketika itu, Jonggan menjadi salah satu bentuk ucapan rasa syukur masyarakat Dayak kepada Jubata terhadap keberhasilan yang mereka capai, khususnya panen padi. Selain itu, Jonggan juga sebagai bentuk permohonan kepada Jubata oleh masyarakat Dayak agar menjauhkan segala sumber penyakit. Jonggan adalah jenis kesenian musik menggunakan alat-alat musik seperti gong, gamelan, seruling dan gendang.
Menurutnya, Jonggan saat ini sangat jarang ditemui disetiap daerah (kecamatan) yang ada di Bumi Sebalo. Rendanya minat generasi muda terhadap kesenian yang satu ini menjadi faktor utama tidak berkembangnya Jonggan.

“Pada pelaksanaannya nanti, peserta lomba Jonggan adalah kelompok seni atau sanggar  sanggar utusan masing-masing kecamatan. Waktu pelaksanaan: Tecnical Meeting, Sabtu 21 April (Kantor Budparpora). Pelaksanaan 24 April di Lapangan Kantor Bupati.,” jelas Ricky.

Ia berharap dengan disertakannya jenis kesenian ini dalam ajang FBBS, setidaknya akan berdampak pada penanaman semangat bagi kaum muda agar tidak mengabaikan salah satu peninggalan budaya nenek moyang mereka ini.