You are here

*Daerah Perbatasan Harun: Bengkayang Rawan Peredaran Narkoba

Kondisi geografis yang dapat diakses langsung dari beberapa daerah bahkan Negara tetangga Malaysia merupakan salah satu alasan Bengkayang dianggap sebagai daerah yang rawan terhadap peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang, Psikotropika.

“Bengkayang sangat rawan terhadap peredaran narkoba, hanya para pelakunya saja yang belum tertangkap,” tegas Mantan Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bengkayang, Kompol AR. Harun, Selasa (24/8) di Bengkayang.


Perwira yang akan segera bertugas di Badan Narkoba Polda Kalbar ini menyebutkan, peredaran Narkoba di Bengkayang dapat dibawa masuk oleh para pengedar dari beberapa daerah seperti Sambas, Singkawang, Pontianak, Landak serta pintu batas Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang.


Guna mengatasi hal itu, mantan Kabag Bina Mitra Polres Bengkayang ini mengaku perlunya dukungan semua pihak, baik yang berasal dari pemerintah maupun masyarakat secara langsung. Sementara salah satu kegiatan nyata yang mesti gencar dilakukan adalah mensosialisasikan bahaya Narkoba kepada semua elemen masyarakat, termasuk para generasi muda yang sangat rentan terhadap Narkoba.


“Selain itu, dukungan dana juga sangat mendukung proses pemberantasan narkoba,” terangnya.


Pria yang pernah bertugas dijajaran Polres Sanggau ini menambahkan, untuk menekan peredaran narkoba tidak dapat dilakukan dalam sekejap mata, butuh waktu yang lama serta dana yang besar. Dilain pihak, informasi yang disampaikan masyarakat apabila mengetahui hadirnya narkoba dilingkungannya sangat penting. Meski diakui memberantas peredaran narkoba sangatlah sulit.


Dua faktor yang menyebabkannya sulit sehingga butuh waktu serta kerja keras dalam memberantas peredaran narkoba adalah karena memang nilai ekonomisnya yang bisa dikatakan menjanjikan bagi para pengedar. Selain itu, bagi para pengguna maupun pengedar sangat sulit lepas dari jeratan Narkoba apabila sudah terkontaminasi.


“Narkoba sangat berbahaya. Narkoba dapat menghancurkan generasi penerus bangsa ini, oleh karena itu jangan sekali-sekali terjerumus terhadap barang haram yang satu ini,” tandas Harun.