You are here

Cap Go Meh, Belum Menjadi Daya Tarik

“Perayaan Imlek atau Cap Go Meh di Bengkayang dianggap belum menjadi daya tarik bagi wisatawan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Bengkayang, Rifin Fransisko melalui Kasi Kesenian Modern dan Tradisional, Rickhi H. Silalahi, di Bengkayang, Kamis (21/1) kemarin.
“Perayaan Imlek atau Cap Go Meh di Bengkayang dianggap belum menjadi daya tarik bagi wisatawan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Bengkayang, Rifin Fransisko melalui Kasi Kesenian Modern dan Tradisional, Rickhi H. Silalahi, di Bengkayang, Kamis (21/1) kemarin.
“Kondisi itu disebabkan perayaan Imlek belum sepenuhnya dikemas dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat yang merayakannya,” kata Ricky.

Menurutnya, hal tersebut tampak dari masih minimnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menarik serta menggairahkan masyarakat pada saat perayaan tersebut.

Dia lantas memberikan contoh, seperti kegiatan festival, pertunjukkan atau parade, sehingga ketika perayaan dilaksanakan masyarakat memiliki antusias yang tinggi untuk menyaksikan pertunjukkan tersebut.

“Misalnya, parade Barongsai yang melibatkan berbagai perkumpulan,” imbuhnya.

Semakin banyak kegiatan yang diselenggarakan sebelum perayaan ini akan memberikan dampak positif pada saat Cap Go Meh dirayakan. Ricky juga mengatakan, untuk menjadikan perayaan Cap Go Meh lebih menarik, perlu keterlibatan pemerintah, dan keterlibatan itu tidak hanya berupa himbauan, tetapi juga perlu adanya tindakan langsung, misalnya terlibat dalam kepanitiaan seperti yang dilakukan Pemkot Singkawang selama beberapa tahun terakhir.

Akibat belum dikemasnya penyelenggaraan Cap Go Meh dengan baik antara pemerintah dengan masyarakat, hingga saat ini menjelang perayaan tersebut suasana di Bengkayang masih belum menunjukkan kemeriahan Cap Go Meh yang jatuh pada 14 Februari mendatang.