You are here

Bupati : Perlu Komitmen Bersama Atasi Pengangguran

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot menegaskan perlu komitmen bersama seluruh kalangan, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha dan seluruh komponen masyarakat untuk mengatasi pengangguran.

Upaya ini harus dilakukan secara terencana, terkoordinasi, terpadu, dan berkesinambungan, kata Gidot dalam pelatihan kewirausahaan produktif dan Pelatihan Pengembangan Produktifitas Motivasi Berprestasi (PMB) Tahun 2011 , kemarin.

Kegiatan yang terencana itu seperti, mendorong pertumbuhan ekonomi di semua sektor dan daerah termasuk kabupaten atau kota, yang berorientasi pada perluasan lapangan kerja. Meningkatkan kualitas SDM dengan membangun kompetensi tenaga kerja yang memiliki daya saing guna perluasan kesempatan kerja. 

Serta memfasilitasi pertumbuhan dan fungsi mekanisme bursa kerja (Job Fair) yang transparan dalam satuan sistem di daerah dengan akses terbuka dan timbal balik antara propinsi, kabupaten,pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Fasilitas ini bertujuan sebagai sarana atau media secara cepat mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sebagai pengguna tenaga kerja.

“ Terakhir, mengembangkan program kewirausahaan yang bersifat produktif dengan mendayagunakan sumber daya yang ada, serta mendukung usaha yang berkelanjutan," ujar Gidot.

Gidot kembali menegaskan, pemerintah akan berupaya dan dengan kebijakannya bertekad untuk menurunkan angka pengangguran menjadi 5 – 6 persen pada tahun 2014.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan yang berlangsung pada hari ini berkaitan dengan solusi permasalahan ketenagakerjaan dan memiliki nilai penting dan strategis untuk mengurangi pengangguran itu," jelas Gidot.

Setratregi yang bisa dilakukan, diantaranya memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan dasar bagi penganggur, pencari kerja perkotaan dan pedesaan melalui pelatihan, penerapan teknologi tepat guna dan kemandirian usaha serta perluasan akses berimplikasi kepada meningkatnya pendapatan dan kemampuan daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, ujar Gidot.