You are here

500 Hektar Lahan Goa Boma Habis untuk PETI

Goa Boma. Desa di Kecamatan Monterado Bengkayang yang letaknya tidak cukup dari Kota Singkawang. Harus melewati jalan licin dan berlobang untuk mencapai desa yang memiliki masyarakat dengan sumber pendapatan yang beragam ini.

Kepala Desa Goa Boma, Brahman Asim mengatakan, sebagian masyarakat Goa Boma menggantungkan pendapatannya dengan melakukan pertambangan emas. Pertambangan tersebut dikelola secara pribadi atau kelompok dengan tanpa izin dari pihak pemerintah.

"Kurang lebih lima ratus hektar lahan di sini habis untuk pertambangan emas dan itu dilakukan tanpa izin," kata Brahman saat ditemui di kantornya beberapa waktu yang lalu.

Brahman menjelaskan, pendapatan warga dari emas itu sudah berjalan bertahun tahun. Pencarian emas itu berlangsung secara turun termurun.

“Coba lihat lahan di sini, sebagian besar terbongkar dan berlobang, itu sebagai bukti bahwa pertambangan di sini sudah lama,” jelas Brahman lagi.

Dengan bergantung kepada emas itu, Brahman berani meyakinkan kepada pihak lain bahwa pendapatan warganya berkisar empat sampai lima juta perbulan untuk setiap perkapita.

"Jadi di sini tidak ada yang miskin, dan saya yakin bila ada yang mengaku iskin di sini. Bisa dilihat dengan ruhmah yang ditempati, rata rata berdinding beton," ungkap kepala desa yang telah menjabat sejak kepemimpinan Bupati Bengkayang, Jacobus Luna.