Pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) III Kabupaten Bengkayang berlangsung istimewa. Gawe tahunan itu di buka dan laksanakan pada hari yang bersejarah dan bertuah pada jam sembelas, tanggal sebelas bulan sebelas tahun dua ribu sebelas. Pelasanaan Pesparawi yang dilaksankan Sanggau Ledao Kabupaten Bengkayang selama tiga hari (10-12/11) tersebut dibuka langsung Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot (11/11).
Panitia pelaksana, Rudi, mengatakan Pesparawi menjadi media untuk pengembangan bakat dan minat umat kristiani dalam memuji dan meninggikan nama tuhan. Untuk menggali potensi, bakat serta talenta yang dimiliki anak anak tuhan dalam rangka pengembangan gerejawi.
"Yang terpenting dalam kegiatan ini adalah dalam rangka peningkatan kualitas imam umat kristiani," kata Rudi dalam pembukaan Pesparawi yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Sanggau Ledo.
Rudi mengatakan, Pesparawi III Bengkayang diikuti enam belas dan tujuh belas Kecamatan se Kabupaten Bengkayang. kecamatan yang tidak ikut dalam Pesparawi tersebut adalah Kecamatan Suti Semarang.
"Harapan kita KecamatanSuti Semaarang dapat berpartisipasi dalam Pesparawi keempat mendatang," jelas Rudi seraya mengatakan, pesparawi itu dilaksanakan dengan anggaran mencapai 450 juta, 100 juta berasal dari APBD dan 350 juta dari pihak ketiaga dan donatur.
Ketua LPPD Pesparawi Provinsi Kalimantan Barat, AB Tangdililing, menyatatakan apresiasinya terhdapat Pesparawi di Bengkayang. Ia mengaku, Pasparawi tingkat kabupaten ini lebih ramai bila dibandingkan dengan pelaksanaan Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Tangdililing mengharapka semua peserta yang tampil tidak asal tampil. Peserta yang tampil harus dipersiapakan semaksimal mungkin. Para peserta berlatih dengan baik dengan baik, peserta dilatih oleh pelatih yang baik, dan pelatih juga harus melatih dengan baik.
Dibalik pertadingan yang dilakukan, Tangdililing meminta kepada semua peserta untuk saling mendukung, yang menang jangan arogan dan jangan mengolok kontingen lain. Sebaliknya yang belum menang jangan pesimis. Anggap kekalahan tersebut sebagai suatu keberhasilan yang tertunda.
"Perinsip ini harus dipegang oleh semua kontingan. Kehadiran kita disini untuk memuji tuhan. Yang patutu kita hormati adalah tuhan. Penghormatan pada manusia hanya sementara. Karena jabatan pada manusia hanya sementara,” tambah Tangdililing.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, mengharapkan Pesparawi dijadikan sebagai ajang untuk menumbuh kembangkan iman kristiani tuhan pencipta, Yesus Kristus. Pesparawi ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan iman yang lebih mantap pada tahun 2015 sesuai dengan visi misi Kabupaten Bengkayang 2010-2015.
"Dengan Pesparawi ini, kita berharap terwujudkan masyarakat sejaterah, cerdas, sehat, beriman, demokratis dan mandiri dalam keberagama. Kesejahteran itu sempurna bila masyarakat bisa menjalankan agamanya masing masing dengan tenang," ujar Gidot.
Sikap saling tolong menolong, bahu membahu harus didahulukan untuk menjalankan kepercayaan gama masing masing. Siatuasi yang cukup baik dengan toleransi, kebersamaa, saling hormat menghormati, mengharagai, hingga terwuj dalam masiyarakat sejahterah.
"Perpsawi bagian tidak terpisahdan dalam mewujudkan visi kedepan. Karena itu hendaklan pesparawi ini sebagai media untuk meningkatakan iman," ujar Gidot.
Peparawi III Kabupaten Bengkayang semakin bermakna karena dilaksanakan bertepatan dengan bulan sebesal, tanggal sebelas, tahun dua ribu sebelas dan jam sebelas.
"Hari ini waktu yang bertuah, mengandung semangat yang dalam. Dengan agka satu, kita wujudkan Kabupaten Bengkayang menjadi Kabupaten yang disegani. Kita juga mengakui tuhan itu satu. dan dibukan oleh KB 1, dengan tujuan untuk mewujudkan yang terbaik dimasa sama mendatang,' tambah Gidot.
Acara yang dimulai sekitar pukul delapan tersebut berjalan dengan meriah. Lebih dari seribu peserta dan undangan hadir untuk mensukseskan. Forum koordinator pimpinan daerah (Forkopinda) se Kabupaten Bengkayang termasuk Kapolres Baru Bengkayang yang baru menjabat, AKBP Veris Septiansyah.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
