You are here

Kota Tanpa Medali dari Sepakbola

Pupus sudah harapan kontingen Kota Pontianak untuk melengkapi predikat juara umum dengan medali emas cabang paling bergengsi di ajang Porprov Kalbar X. Dari lapangan hijau Rudi Hartono dan kawan-kawan memupuskan asa itu setelah takluk 1-2 dari kabupaten termuda di Kalbar.


Tim Kota Pontianak membuang sia-sia peluang kemenangan yang ada di depan mata saat berlaga melawan Kabupaten Kubu Raya di Lapangan PASI, Senin (26/7). Keunggulan 1-0 hingga menjelang akhir babak kedua tak berarti apa-apa saat gawang Kota Pontianak ditembus dua biji gol pemain Kubu Raya.

Pertandingan terlihat berjalan imbang. Kedua pihak silih berganti menyerang dan bertahan. Pada babak pertama tidak terjadi ancaman yang berarti yang dilakukan kedua tim, sehingga wasit meniup jeda pertandingan tak sebutirpun gol melewati garis gawang kedua kesebelasan.

Perubahan terjadi di babak kedua, kedua tim meningkatkan tensi serangan. Kota Pontianak lebih beruntung. Melalui sebuah set piece akibat pelanggaran lawan, Rudi Hartono kapten Kota Pontianak yang kurang terkawal berhasil menceploskan si kulit bundar memanfaatkan tendangan bebas. Skor 1-0 untuk tim tuan rumah.

Kubu Raya yang kalah lebih dulu tak patah arang. Serangan bergelombang dilancarkan anak asuh Tajudin guna mengejar defisit gol mereka. Saat mendapat gempuran lawan, tim Kota Pontianak justru terlihat lemah semangat. Faktor stamina menjadi penyebab kendornya permainan anak asuh M. Nasir.

Dari pinggir lapangan, Tajudin memberikan instruksi kepada anak asuhnya untuk terus meningkatkan tempo dan serangan langsung ke lini belakang lawan. Tak jarang Ia terlihat berteriak lantang kepada pemainnya saat bola dalam penguasaan Kubu Raya. “Duel duel duel…” seru Tajudin memberi perintah kepada pemainnya saat menyongsong set piece.

Kubu Raya yang terlihat berambisi meraih kemenangan mulai mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Sebuah gol penyeimbang lahir berkat tendangan bebas Marjuin. Pemain bernomor punggung 5 ini dengan cerdik mengirimkan bola ke tiang jauh gawang Kota Pontianak. Beni yang terlihat out of position cuma bisa melongo melihat bola meluncur deras merobek jala gawangnya.

Situasi berubah, Kubu Raya yang berada di atas angin berkat gol pertamanya semakin mengganas. Dukungan supporter yang lebih banyak mendukung tim tamu, anak-anak Kota Pontianak justru terlihat lesu darah. Tak ada sorak sorai dan pekik dukungan dari penonton untuk tim Kota Pontianak. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih M. Nasir tak banyak membantu.

Malapetaka justru menghampiri tim Kota Pontianak. Melalui serangan dari sayap kiri pertahanan Kota Pontianak, Kubu Raya berhasil mencetak gol kemenangan mereka. Beni, penjaga gawang Kota Pontianak melengkapi blundernya menjadi dua pada laga kemarin. Upayanya menangkap umpan silang justru memudahkan Suryadi, penyerang Kubu Raya menjaringkan bola. Skor 2-1 untuk Kubu Raya.

Tak ada perubahan skor pertandingan hingga wasit meniup peluit. Pemain-pemian Kubu Raya bersorak, pemain-pemain Kota Pontianak tertunduk lesu.

H. Awaludin, manajer tim Kota Pontianak yang dimintai komentarnya usai pertandingan tak bisa menutupi kekecewaannya. Kelelahan dan faktor non teknis menjadi biang kerok kekalahan timnya. “Kita sudah berusaha, tapi apa daya hasilnya belum berpihak ke kita. Pemain kelelahan. Selain itu pemain-pemain kunci kita cedera dan ada juga yang dilarang bermain,” ujar sosok yang dikenal sebagai penggila bola ini.

Kemenangan penting ini disambut gembira pelatih Kubu Raya, Tajudin. Pelatih muda ini mengaku sengaja menginstruksikan pemainnya untuk bermain spartan karena melihat stamina pemain lawan kedodoran. “Alhamdulillah, kami menang karena kami tidak mau menyerah. Saat ketinggalan tidak ada pilihan lain, saya instruksikan anak-anak untuk terus menyerang,” ujar Tajudin dengan ekspesi gembira.