Pemerintah akan menempatkan dana stimulus sebesar Rp449 miliar untuk penyediaan air minum bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk melayani 130.000 lebih sambungan rumah baru.
"Kami hanya menangani langsung Rp225 miliar, sementara sisanya untuk kabupaten/ kota," kata Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Tamin Zakaria di Jakarta, Jumat.
Sedangkan sisanya masing- masing senilai Rp 25 miliar untuk Provinsi Maluku serta sisanya Rp 199 miliar didistribusikan 24 kabupaten/ kota, ujarnya.
Salah satu yang menerima dana stimulus Kabupaten Bogor sebesar Rp13 miliar yang diperuntukkan pembangunan pipa dari sumber air di sana kepada masyarakat yang membutuhkan, jelasnya.
Tamin Zakaria melanjutkan, persyaratan untuk mendapatkan dana stimulus tersebut antara lain proyek harus berfungsi pada tahun ini juga, menggunakan produk-produk dalam negeri serta menciptakan lapangan kerja langsung untuk masyarakat.
Selain untuk menciptakan lapangan kerja, program ini juga bertujuan meningkatkan layanan air minum kepada masyarakat berpenghasilan rendah, ujarnya.
Mengenai PDAM yang sudah berhasil disehatkan, Tamim mengatakan, apabila tahun 2007 lalu yang sehat 80 maka tahun 2008 kemarin bertambah 24, saat ini tengah dilaksanakan audit BPKP.
Audit merupakan kewajiban bagi 351 PDAM untuk membukukan laporan keuangan untuk mengetahui arus kas, laba/ rugi, serta neraca selama tahun 2008, jelasnya.
Sementara yang sudah mengikuti program restrukturiasi sudah mencapai 50 melalui proposal, sementara yang sudah dibahas 29 PDAM tinggal menunggu persetujuan menteri untuk mendapat fasilitas penghapusan utang bukan pokok dan penjadwalan kembali pembayaran utang.
Persetujuan diberikan sepanjang PDAM memenuhi persyaratan tarif harus menutup seluruh biaya, ada kepastian bisnis. Bagi yang berhasil akan mendapat fasilitas akses perbankan.
Penyelenggaraan air minum ada tiga, perkotaan akan diakses perbankan atau Kerjasama Pemerintah Swasta, serta untuk perdesaan melalui fasilitas Dana Alokasi Khusus (DAK), kemudian untuk pinggiran kota (semi urban) akan dilayani melalui Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan program penjaminan bagi PDAM yang merencanakan membiayai investasi dari perbankan untuk mewujudkan 10 sambungan rumah.
Perpes untuk mewujudkan rencana itu sudah sampai di Departemen Keuangan, dari 20 PDAM sebanyak 12 diantaranya sudah ada bank yang berminat seperti BNI dan Mandiri.
