ada kegiatan besar. Kegiatan Remamuda - Remaja Masjid Membangun Desa. Remaja masjid dari 3 kecamatan - Ambawang dan sekitarnya, sedang menyelenggarakan pertemuan dan lomba tahunan. Ada 34 cabang lomba. Mulai dari lomba Lari 10 Kilometer, Volly, Bulu Tangkis, hingga Mengaji, Barzanji dan Kasidah. Laki dan perempuan.
Anggota kontingen dari berbagai remaja masjid itu diinapkan di rumah penduduk di Jalan Parit Seribut. Mereka menginap sejak mula acara ini digelar pekan lalu, hingga penutupan acara.Kebetulan malam itu selain cabang bulu tangkis, juga sedang ada lomba qasidah. Saya sempat menyaksikan pertandingan bulu tangkis, satu partai. Meskipun pasti tak sebagus laga di Lapangan Bulu Tangkis di Lapangan PBSI Kota Pontianak, namun, histeria pendukung jauh lebih menarik.
Saya keluar dari jalan itu dengan susah payah. Motor hanya bisa bergerak perlahan. Kadang juga tertahan. Mengalah pada pejalan kaki yang mencari ruang untuk berjalan.
"Masya Allah".
Saya takjub melihat begitu ramainya manusia malam itu. Rasanya, seumur-umur saya, belum pernah saya merasakan situasi begitu.
Saya jadi teringat peristiwa di tahun 1980-an saat masjid muda taruna dahulu. Waktu itu kampong kami masih terisolir. Kampung-kampung kami sering menyelenggarakan keramaian - pertandingan bola kaki, volley, dll. Tapi, meskipun orang bermalam, namun, rasanya juga tak seramai malam itu.
Rasanya saya jadi teringat massa kampanye di beberapa tempat yang saya lihat di Pontianak. Mungkin sama ramainya.
Tapi . meskipun ramai, ada beda. Kampanye selalunya di tempat yang lapang sehingga seramai-ramainya orang taklah sampai sepadat ini keadaannya. Kampanye yang ramai selalunya diikuti oleh daya tarik pembagian kaos, uang nasi bungkus, uang rokok dan uang lelah untuk pengerahan massa, plus uang minyak. Lalu ada artis beken yang membuat orang tertarik kumpul-kumpul di depan pentas.
Saya juga sempat mengandaikan, jika kegiatan seperti ini ditumbuhkembangkan di tempat lain. Andai saja remaja masjid di beberapa kecamatan lain di kabupaten lain menggelar kegiatan begini.
Saya melihat nilai positif kegiatan ini. Pertama, kegiatan ini pasti akan menjadi daya tarik bagi generasi muda. Secara umum anak muda pasti bermimpi bisa ikut berkompetisi dalam bidang masing-masing.
Kedua, karena penyelenggara kegiatan ini adalah masjid, maka kegiatan ini dengan sendirinya akan membuat anak muda dekat ke masjid. Kegiatan ini mendekatkan anak muda dengan agama mereka. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi medium untuk mengatasi masalah generasi muda seperti yang sering dikeluhkan.
Ketiga, karena kegiatan ini mempertandingkan cabang-cabang seni, maka momentum kegiatan ini akan menjadi ajang pelestarian seni budaya juga. Tak perlu dirisaukan budaya hilang ditelan zaman.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
